Kemdiktisainstek: KONEKSI perkuat riset lingkungan hidup-iklim

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengatakan Kolaborasi untuk Pengetahuan, Inovasi, dan Teknologi Australia-Indonesia (KONEKSI) memperkuat riset pada tema lingkungan hidup dan perubahan iklim sehingga siap diadopsi untuk menjadi kebijakan dan pengembangan skala besar.

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kemdiktisaintek Fauzan Adziman di Jakarta, Selasa, mengatakan penguatan riset pada dua tema besar itu tidaklah berdiri sendiri, melainkan membentuk ekosistem solusi yang dituangkan dalam 38 proyek penelitian mencakup sembilan pilar utama.

Sembilan pilar tersebut yakni ketahanan iklim, keamanan air, sistem pangan, kesehatan, transisi energi, pengurangan risiko bencana, keanekaragaman hayati, pembiayaan iklim, dan tata kelola inklusif,

“Kesembilan pilar yang diusung antara institusi Indonesia dan Australia ini membawa signifikansi yang luar biasa dan dapat kami jabarkan dalam tiga aspek fundamental bagi masyarakat Indonesia, yaitu ekonomi, sosial dan lingkungan,” kata Dirjen Fauzan dalam kegiatan bertajuk Knowledge and Innovaton Exchange (KIE) Summit.

Dari aspek ekonomi misalnya, ia mengatakan proyek penelitan yang dinanai dan dibangun bersama tim Indonesia dan Australia berhasil memberikan solusi adaptif pada keberlangsungan sektor pertanian melalui pengembangan varietas padi yang tangguh terhadap perubahan iklim.

Sementara pada sektor transisi energi, lanjutnya, proyek penelitan terintegrasi antara budidaya rumput laut dengan produksi garam bertenaga surya berhasil membuka peluang komersialisasi baru terkait energi listrik dan air bersih bagi masyarakat pesisir.

“Perubahan iklim membawa dampak langsung terhadap sistem pangan, mata pencaharian, dan ketahanan ekonomi bangsa. Riset-riset yang kami dukung berupaya memastikan roda-roda ekonomi tetap berputar dan beradaptasi,” ujar Fauzan.

Di samping itu, pihaknya juga berharap kerja sama diantara kedua negara tersebut dapat memberikan sumbangsih dan peran posistif dalam pengembangan kapasitas perekonomian nasional melalui digitalisasi, kemitraan, dan relasi antar dunia industri serta sektor pendidikan.

Ia menilai Australia telah menjadi rumah kedua, terutama bagi para mahasiswa Indonesia yang menaruh minat besar terhadap sektor pendidikan tinggi, sains, dan teknologi Australia.

Program kolaborasi KONEKSI kini memasuki tonggak penting karena 38 proyek penelitan pada bidang lingkungan hidup dan perubahan iklim (ECC) telah mencapai tahap matang dan siap diadopsi oleh pemangku kepentingan, pelaku bisnis, dan masyarakat melalui kebijakan serta implementasi yang dapat dikembangkan dalam skala lebih besar.

Beragam riset tersebut menghasilkan solusi berbasis bukti yang tidak hanya menjawab tantangan lingkungan, namun juga berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.