Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) fokus menyiapkan talenta riset muda dalam upaya memperkuat ekosistem talenta semikonduktor nasional.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dalam keterangan di Jakarta, Sabtu, menegaskan bahwa pembangunan industri semikonduktor nasional harus bertumpu pada penguatan sumber daya manusia unggul dan keberanian generasi muda untuk menjadi bagian dari transformasi teknologi Indonesia.
"Program ini adalah satu program untuk membangun kepercayaan bangsa kita, untuk menunjukkan bahwa Indonesia juga bisa naik kelas sebagai negara yang bisa melakukan industri maju, industri berbasis teknologi," katanya.
Menteri Brian menyebut kekuatan utama industri semikonduktor nasional terletak pada talenta muda yang dipersiapkan melalui perguruan tinggi dan ekosistem riset nasional.
Ia berharap upaya ini dapat menciptakan talenta unggulan dalam ekosistem semikonduktor dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan.
"Yang paling penting dari semuanya adalah sumber daya manusia manusia, yang akan menjadi tulang punggung dari semuanya, tentunya adalah talenta-talenta muda," ujarnya.
Baca juga: Danantara dan Kemdiktisaintek perkuat riset industri semikonduktor RI
Oleh karena itu, Menteri Brian mendorong penguatan keterhubungan antara kampus, riset, dan industri agar pengembangan talenta dan inovasi dapat memberikan dampak nyata bagi kemajuan bangsa.
Langkah tersebut untuk menempatkan perguruan tinggi sebagai pusat lahirnya talenta unggul, riset terapan, dan teknologi strategis nasional.
"Kita ingin orang-orang Indonesia menegakkan kepala, karena kita juga bisa bersaing dengan bangsa-bangsa lain yang mampu membangun industri berbasis teknologi," ucap Brian Yuliarto.
Diketahui, Kemdiktisaintek menggandeng Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Danantara Indonesia, serta produsen semikonduktor ternama dunia Arm dalam menyiapkan talenta semikonduktor nasional yang berasal dari perguruan tinggi, peneliti, lulusan baru, hingga profesional teknis.
Pada tahap awal, program ini menjangkau hingga 1.000 peserta yang mengikuti pelatihan intensif desain chip berbasis teknologi Arm selama tiga hari dan akan diperluas secara bertahap hingga mencapai target 15.000 talenta Indonesia.
Pengembangan talenta semikonduktor ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam penguatan ekonomi nasional, hilirisasi industri, dan transformasi digital.
Baca juga: Danantara targetkan bentuk 15 ribu talenta semikonduktor dalam 3 tahun
Selain pelatihan semikonduktor, diumumkan pula rencana penyelenggaraan “Indonesia 2026 Semiconductor Hackathon” yang akan melibatkan mahasiswa, akademisi, peneliti, dan para ahli dari industri dalam pengembangan desain chip untuk Internet of Things (IoT), smart energy, smart agriculture, dan teknologi komputasi masa depan.
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
52 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·