Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kebudayaan berkolaborasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belgia merangkap Keharyapatihan Luksemburg serta Uni Eropa dalam upaya repatriasi benda budaya.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon lewat keterangan yang dikonfirmasi dari Jakarta, Senin, berharap bahwa MoU terkait upaya tersebut dapat segera disusun dan konstruktif.
"Repatriasi merupakan program prioritas yang strategis karena menyangkut nilai sejarah dan identitas bangsa," kata Fadli.
Baca juga: TMII berpotensi jadi kekuatan destinasi dan ekonomi budaya
Baca juga: Fadli Zon: Kekayaan Indonesia bisa jadi potensi wisata berbasis budaya
Ia menekankan pentingnya pendalaman aspek provenance melalui kajian historis atas koleksi tersebut, sehingga proses pengembaliannya menjadi bagian dari upaya keadilan historis.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas peran aktif Dubes Andy dalam mendukung agenda diplomasi budaya Indonesia.
“Kami senang Bapak Andy berada di sana, Pak Dubes juga paham terkait budaya,” ujarnya.
Sementara itu, Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belgia merangkap Keharyapatihan Luksemburg serta Uni Eropa, Andy Rachmianto mengatakan bahwa komunikasi dengan Pemerintah Belgia telah terjalin.
Langkah selanjutnya adalah memperkuat koordinasi serta menjajaki tindak lanjut secara lebih konkret.
Baca juga: Fadli: Seni ukir Jepara mampu menggerakkan ekonomi berbasis budaya
Ia juga menyoroti pentingnya penyusunan nota kesepahaman sebagai payung kerja sama. Selain Belgia, Kementerian Kebudayaan juga terus mendorong upaya serupa dengan negara-negara lain seperti Belanda, Inggris, Jepang, Jerman, Rusia, India, Prancis, dan Amerika Serikat.
Pemerintah Indonesia secara aktif melakukan pendataan koleksi budaya yang berada di luar negeri serta membuka peluang pendanaan riset melalui skema pendanaan kebudayaan Dana Indonesiaraya untuk mendukung upaya tersebut.
Di samping itu, pertemuan juga menyoroti penguatan kerja sama Indonesia dengan Uni Eropa, termasuk dalam momentum peringatan 50 tahun hubungan ASEAN–Uni Eropa yang akan diperingati melalui forum tingkat tinggi pada tahun 2027 mendatang di Singapura.
Kementerian Kebudayaan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat diplomasi budaya sebagai instrumen strategis dalam memperluas kerja sama internasional.
Upaya ini sekaligus diarahkan untuk memastikan pelestarian dan pemulihan warisan budaya Indonesia, termasuk melalui percepatan repatriasi dengan sejumlah negara sahabat.
Baca juga: Fadli Zon dorong pemerintah daerah benahi pengelolaan aset budaya
Baca juga: Kemenbud perkuat pelestarian Borobudur lewat ritual pemindahan arca
Baca juga: Menbud perkuat pelestarian situs Borobudur sebagai "living heritage"
Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·