Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengeluarkan peringatan keras kepada pembimbing haji dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) terkait agenda tambahan di Tanah Suci pada Senin (5/5/2026). Larangan tersebut mencakup kegiatan tur keliling kota maupun pelaksanaan umrah berulang kali yang dinilai memberatkan jemaah.
Langkah tegas ini diambil guna memitigasi risiko kelelahan fisik, khususnya bagi jemaah lanjut usia, yang dapat mengganggu pelaksanaan rukun utama haji. Dilansir dari Cahaya, Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyebutkan bahwa praktik tersebut berpotensi menguras stamina secara berlebihan.
Dahnil menyampaikan teguran ini secara langsung saat berada di Bandara Internasional Juwata Tarakan. Beliau menekankan bahwa pihak kementerian tidak segan untuk mengambil tindakan disipliner bagi penyelenggara yang melanggar ketentuan tersebut.
"Kami juga memperingatkan KBIHU supaya pemimpin rombongannya tidak melakukan itu. Kalau mereka melakukan itu kami akan peringatkan," ujar Dahnil Anzar Simanjuntak, Wakil Menteri Haji dan Umrah.
Ancaman pencabutan izin operasional kini membayangi sejumlah KBIHU yang kedapatan menyusun program tur dan umrah tambahan secara masif. Kemenhaj mengidentifikasi adanya kecenderungan oknum penyelenggara yang memanfaatkan jemaah demi kepentingan komersial tertentu.
"Dahnil menambahkan, sudah ada beberapa KBIHU diancam untuk dicabut izinnya, karena terlalu banyak bikin program tur keliling kota dan umrah berulang kali, sehingga jemaah dijadikan komoditas," kata Dahnil Anzar Simanjuntak, Wakil Menteri Haji dan Umrah.
Fokus utama Kemenhaj saat ini adalah memastikan para jemaah memiliki kebugaran yang cukup untuk menyelesaikan rangkaian ibadah inti. Mengingat sebagian besar prosesi haji merupakan aktivitas fisik, menjaga ketahanan tubuh menjadi prioritas utama bagi keselamatan jemaah.
"Kami ingin, berhenti menjadikan jemaah itu sebagai komoditas," pungkas Dahnil Anzar Simanjuntak, Wakil Menteri Haji dan Umrah.
Pihak kementerian menginstruksikan seluruh pembimbing untuk menghapus agenda non-esensial dari jadwal kegiatan. Penekanan pada kualitas ibadah dan perlindungan kesehatan diharapkan dapat meminimalisir angka jemaah yang jatuh sakit akibat kelelahan selama di Arab Saudi.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·