Terminal Minyak Fujairah Diserang Udara Saat Eskalasi Konflik Selat Hormuz

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Terminal minyak di kota Fujairah, Uni Emirat Arab (UEA), menjadi sasaran serangan udara pada Senin (5/5/2026) di tengah peningkatan aksi serangan Iran di kawasan Selat Hormuz. Insiden ini memicu kebakaran hebat di zona industri minyak dan mengakibatkan lonjakan harga minyak global.

Fasilitas yang dihantam merupakan milik VTTI, sebuah perusahaan yang dikelola bersama oleh IFM Global Infrastructure Fund, Vitol Group, dan Abu Dhabi National Energy Co. Sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz, kabar penyerangan ini dikonfirmasi oleh sumber yang memahami situasi tersebut namun enggan diungkap identitasnya.

Kantor media Fujairah melaporkan bahwa serangan pesawat nirawak atau drone dari Iran tersebut mengakibatkan tiga orang harus menjalani perawatan di rumah sakit. Ledakan ini terjadi hanya berselang beberapa jam setelah serangan serupa menargetkan kapal tanker Adnoc di lepas pantai Oman.

Stabilitas keamanan di jalur perdagangan internasional ini kian terancam setelah sebuah kapal Korea Selatan juga dilaporkan mengalami ledakan dan kebakaran di wilayah selat tersebut oleh kantor berita Yonhap. Fujairah sendiri memegang peranan krusial sebagai pusat bahan bakar karena posisinya berada tepat di luar Selat Hormuz.

Sebelum insiden terjadi, kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, mengabarkan bahwa pemerintah Teheran telah menetapkan definisi baru terkait zona kendali di selat tersebut. Kebijakan ini memperluas wilayah pengaturan lalu lintas pelayaran hingga menjangkau selatan Fujairah.

Merespons situasi yang memanas, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada hari Minggu telah mengumumkan rencana militer untuk memberikan pengawalan bagi kapal-kapal yang melintasi Teluk Persia. Komando Pusat AS mengonfirmasi bahwa terdapat dua kapal berbendera Amerika yang melintasi selat tersebut pada hari Senin.