Kemenhaj Imbau Jemaah Haji Jaga Kesehatan Selama Armuzna

Sedang Trending 50 menit yang lalu

Pemberangkatan jemaah haji Indonesia menuju Arafah mulai dilakukan secara bertahap pada Senin, 25 Mei 2026, guna bersiap menjalani puncak ibadah haji. Dilansir dari Detikcom, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mengingatkan para jemaah untuk memahami panduan kesehatan selama fase Armuzna yang membutuhkan stamina tinggi.

Kesiapan fisik, mental, serta kedisiplinan sangat dibutuhkan oleh seluruh jemaah selama menjalani rangkaian ibadah puncak tersebut. Pihak kementerian menggarisbawahi bahwa aktivitas di fase Armuzna melibatkan mobilitas yang sangat intensif dari para jemaah.

Pemerintah juga telah mengantisipasi potensi kondisi darurat medis dengan menyiagakan Pos Kesehatan Indonesia di wilayah Arafah dan Mina. Fasilitas ini disiapkan agar petugas dapat memberikan layanan medis secara cepat kepada jemaah yang membutuhkan bantuan.

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Ulfa Assegaf, secara khusus menekankan bahwa kegiatan di fase Armuzna menuntut stamina tinggi dan tingkat mobilitas yang intensif. Upaya menjaga kondisi kesehatan ini menjadi bentuk ikhtiar jemaah agar seluruh rangkaian ibadah dapat berlangsung dengan aman, lancar, dan sempurna.

Pihak kementerian juga meminta agar para jemaah tidak memaksakan diri melakukan aktivitas di luar batas kemampuan fisik mereka. Sesama jemaah diimbau untuk saling peduli dan segera melapor kepada petugas di lapangan jika mendapati anggota rombongan yang tampak kelelahan atau kebingungan.

Kemenhaj turut merilis panduan khusus demi mempertahankan kondisi fisik jemaah, seperti menjaga waktu istirahat yang cukup, disiplin makan teratur, dan memperbanyak minum air putih. Jemaah juga diminta menghindari aktivitas tidak perlu, menggunakan alat pelindung seperti payung, masker, dan alas kaki nyaman, serta memastikan obat pribadi selalu mudah dijangkau bagi yang memiliki riwayat penyakit.

Jemaah yang mulai merasakan gejala klinis seperti lemas, pusing, sesak napas, atau gangguan kesehatan lainnya disarankan untuk segera menghubungi petugas kesehatan terdekat. Selain itu, kepatuhan terhadap ketentuan ihram juga harus tetap dijaga oleh seluruh jemaah laki-laki maupun perempuan selama rangkaian ibadah.

Bagi jemaah laki-laki, aturan ihram melarang penggunaan pakaian berjahit yang membentuk anggota badan, penutup kepala melekat seperti peci atau sorban, serta alas kaki yang menutupi mata kaki dan tumit. Sementara bagi jemaah perempuan, ketentuan ihram melarang penutupan wajah dengan cadar dan penggunaan sarung tangan.