Kemenhaj Matangkan Layanan Jemaah Jelang Fase Puncak Haji Armuzna

Sedang Trending 42 menit yang lalu

Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mematangkan persiapan layanan menjelang fase puncak haji 2026 di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna. Persiapan ini dilakukan bersama PPIH Arab Saudi untuk memastikan layanan jemaah haji Indonesia berjalan tertib, aman, dan sesuai kebutuhan di lapangan, seperti dilansir dari Cahaya.

Penguatan layanan mencakup penempatan jemaah, transportasi, konsumsi, kesehatan, perlindungan jemaah, serta kesiapan petugas di titik-titik layanan. Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI Ichsan Marsha mengatakan, fase Armuzna menjadi tahapan paling krusial dalam penyelenggaraan ibadah haji sehingga seluruh skema layanan disiapkan secara bertahap dan terukur.

Ichsan mengatakan, Kemenhaj bersama PPIH Arab Saudi terus memperkuat koordinasi untuk memastikan seluruh kebutuhan jemaah dapat terlayani menjelang puncak haji. Menurut dia, keselamatan jemaah menjadi prioritas utama dalam penyusunan skema layanan Armuzna.

"Menjelang fase puncak haji, Kementerian Haji dan Umrah bersama PPIH Arab Saudi terus memperkuat kesiapan layanan di Armuzna. Seluruh unsur layanan kami koordinasikan, baik terkait tenda, konsumsi, transportasi, layanan kesehatan, perlindungan jemaah, maupun penempatan petugas di titik-titik layanan," ujar Ichsan di Makkah, Kamis (21/5/2026), dalam rilis yang diterima KOMPAS.com.

Berdasarkan data operasional per 20 Mei 2026, sebanyak 513 kloter dengan 197.876 jemaah dan 2.044 petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Sebanyak 237 kloter dengan 90.691 jemaah dan 945 petugas telah tiba di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah.

Sementara itu, jemaah yang telah tiba di Makkah tercatat sebanyak 502 kloter dengan 193.593 jemaah dan 2.008 petugas. Selain jemaah reguler, sebanyak 15.418 jemaah haji khusus juga telah tiba di Arab Saudi dan mulai menjalani rangkaian ibadah sesuai jadwal.

Ichsan menjelaskan, layanan Bus Shalawat akan dihentikan sementara untuk mendukung persiapan pergerakan jemaah menuju Armuzna. Penghentian sementara itu berlaku mulai Jumat (22/5/2026) pukul 18.00 waktu Arab Saudi.

"Layanan Bus Shalawat akan dihentikan sementara mulai Jumat, 22 Mei 2026 pukul 18.00 waktu Arab Saudi. Kebijakan ini dilakukan untuk mendukung pengaturan lalu lintas, kesiapan armada, serta penataan transportasi jemaah menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina," jelasnya.

Layanan Bus Shalawat dijadwalkan kembali beroperasi pada Minggu (31/5/2026) pukul 01.00 waktu Arab Saudi. Meski demikian, Kemenhaj memastikan jemaah yang belum melaksanakan umrah wajib tetap akan difasilitasi PPIH menuju Masjidil Haram dan kembali ke hotel.

"Bagi jemaah yang belum melaksanakan umrah wajib, tetap akan difasilitasi keberangkatannya menuju Masjidil Haram dan kepulangan ke hotel oleh PPIH. Kami mengimbau jemaah memperhatikan jadwal ini dan menyesuaikan aktivitas ibadah maupun mobilitas masing-masing," tutur Ichsan.

Menjelang puncak haji, Ichsan mengimbau jemaah tidak memaksakan diri melakukan aktivitas yang menguras tenaga. Ia meminta jemaah mulai memperbanyak istirahat, menjaga pola makan, memenuhi kebutuhan cairan, dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

"Menjelang Armuzna, kami kembali reminding seluruh jemaah agar mulai menghemat tenaga. Kurangi aktivitas yang tidak mendesak, perbanyak istirahat, jaga pola makan, minum air yang cukup, serta ikuti arahan petugas kloter, pembimbing ibadah, dan petugas sektor," katanya.

Ichsan juga mengajak jemaah dan petugas untuk saling memperhatikan, terutama terhadap jemaah lansia, disabilitas, perempuan, dan jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu. Menurut dia, kepedulian bersama dapat membantu mencegah jemaah tersesat atau terpisah dari rombongan.

"Kami mengimbau jemaah dan petugas untuk saling memperhatikan. Sapa dan tanya jemaah yang berjalan atau keluar sendirian. Jika tujuannya tidak jelas, antarkan dan laporkan kepada petugas terdekat. Kepedulian Bapak dan Ibu sekalian dapat mengurangi kemungkinan jemaah hilang atau terpisah dari rombongannya," ujar Ichsan.

Terkait kesiapan Armuzna, Kemenhaj telah membagi penempatan jemaah di tenda Arafah dan Mina. Ichsan mengimbau seluruh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah atau KBIHU tidak memasang identitas dalam bentuk apa pun di tenda-tenda Arafah dan Mina.

"Kami sudah melakukan pembagian penempatan jemaah di tenda Arafah dan Mina. Kami mengimbau seluruh KBIHU untuk tidak menempelkan identitas KBIHU dalam bentuk apa pun di seluruh tenda di Arafah dan Mina. Petugas akan mencabut identitas KBIHU yang terpasang dan akan memberikan sanksi bagi yang melakukannya," tegasnya.

Kemenhaj memastikan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi, PPIH Arab Saudi, petugas kloter, sektor, dan seluruh unsur layanan terus dilakukan agar persiapan Armuzna berjalan optimal.

"Kami ingin memastikan jemaah mendapatkan layanan yang tertib, aman, dan nyaman, serta dapat menjalankan rangkaian ibadah puncak haji dengan khusyuk," kata Ichsan.

Kemenhaj juga mengajak masyarakat Indonesia mendoakan kelancaran pelaksanaan ibadah haji 2026, khususnya menjelang fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Doa tersebut diharapkan mengiringi seluruh jemaah haji Indonesia agar diberi kesehatan, kekuatan, keselamatan, dan kemudahan dalam menjalankan ibadah hingga kembali ke Tanah Air dengan predikat haji mabrur dan mabruroh.