Kemenhaj RI Imbau Jemaah Jaga Kesehatan Jelang Puncak Haji 2026

Sedang Trending 55 menit yang lalu

Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menginstruksikan seluruh jemaah haji Indonesia untuk menghemat tenaga dan menjaga stabilitas kesehatan menjelang fase puncak ibadah haji 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Penguatan kondisi fisik ini menjadi prioritas mengingat suhu udara di Arab Saudi saat ini mencapai angka 42 derajat Celsius.

Data operasional hingga hari ke-21 menunjukkan sebanyak 132.057 jemaah dari 341 kloter telah diberangkatkan ke Arab Saudi, sebagaimana dilansir dari Cahaya. Proses mobilisasi terus berlangsung dengan rincian 92.767 jemaah sudah berada di Makkah setelah menempuh perjalanan dari Madinah.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Maria Assegaff, menjelaskan bahwa cuaca panas ekstrem di Makkah dan Madinah menuntut kewaspadaan tinggi dari seluruh jemaah. Pihaknya melarang jemaah untuk memaksakan aktivitas di luar hotel pada siang hari demi menghindari risiko gangguan kesehatan.

“Jemaah perlu mengutamakan kesehatan. Hemat tenaga, cukup istirahat, makan tepat waktu, minum air putih yang cukup, dan selalu ikuti arahan petugas,” ujar Maria Assegaff, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI.

Maria menekankan bahwa persiapan fisik dan mental yang matang sangat menentukan kelancaran ibadah saat memasuki fase puncak haji nanti. Pengawasan terhadap jemaah lansia dan kelompok risiko tinggi juga ditingkatkan agar segera melapor jika merasakan gejala medis tertentu.

“Jangan menunggu kondisi memburuk. Kesehatan adalah bekal utama menuju puncak haji,” tegas Maria Assegaff, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI.

Kemenhaj turut melaporkan satu orang jemaah asal Kota Medan, Kasiani Sigito Tarmidi, wafat pada Ahad (10/5/2026) di Arab Saudi. Penambahan ini membuat total jemaah yang meninggal dunia menjadi 24 orang, sementara 67 jemaah lainnya masih dalam perawatan medis di rumah sakit setempat.

“Atas nama Kemenhaj, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Maria Assegaff, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI.

Maria mengapresiasi kinerja seluruh petugas di lapangan yang sigap memberikan pelayanan dan pendampingan di tengah tantangan cuaca. Ia berharap seluruh rangkaian ibadah dapat berjalan lancar hingga jemaah kembali ke tanah air.

“Semoga Allah SWT memberikan kemudahan, perlindungan, dan kesehatan kepada seluruh jemaah haji Indonesia, serta menjadikan hajinya mabrur,” tutup Maria Assegaff, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI.

Bagi jemaah gelombang kedua yang mendarat di Jeddah, otoritas terkait mewajibkan penggunaan kain ihram sejak di embarkasi. Langkah ini diambil untuk mempercepat proses pengambilan miqat dan pelaksanaan umrah wajib setibanya di Makkah.