Kemenhaj Siapkan Skema Tanazul untuk Kurangi Kepadatan Tenda di Mina

Sedang Trending 36 menit yang lalu

Pemerintah Indonesia menyiapkan berbagai skema layanan untuk mendukung kelancaran puncak ibadah haji 1447 H/2026, termasuk saat fase mabit di Mina. Dikutip dari Cahaya, salah satu langkah yang disiapkan adalah skema tanazul bagi sebagian jamaah haji Indonesia. Program ini menjadi alternatif strategis untuk mengurangi kepadatan tenda di Mina selama rangkaian ibadah berlangsung.

Kementerian Haji dan Umrah RI mengingatkan jamaah agar tidak melakukan tanazul mandiri tanpa koordinasi resmi dengan petugas. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mematangkan skema ini khusus bagi jamaah haji selama fase mabit atau bermalam di Mina pada puncak ibadah haji 1447 H/2026.

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak menjelaskan tanazul merupakan skema bagi jamaah yang tidak menginap di tenda Mina, melainkan tetap berada di hotel selama fase mabit.

Kemenhaj RI sebelumnya mengusulkan kuota tanazul untuk sekitar 80 ribu jamaah kepada otoritas Arab Saudi. Namun, jumlah jamaah yang akhirnya mendapat persetujuan dari pihak otoritas jauh lebih sedikit dari usulan awal.

"Namun, yang disetujui hanya untuk 20 ribu orang," ujar Dahnil di Kantor PPIH Daker Makkah, Selasa (19/5/2026).

Ia menegaskan bahwa jamaah yang nantinya mengikuti program tanazul akan ditentukan langsung oleh PPIH Arab Saudi.

Larangan Tanazul Mandiri Tanpa Koordinasi

Dahnil meminta jamaah tidak melakukan tanazul mandiri tanpa koordinasi resmi dengan Kementerian Haji dan Umrah RI maupun petugas penyelenggara ibadah haji. Menurut dia, tanazul mandiri memang dimungkinkan, tetapi tetap harus memenuhi sejumlah ketentuan yang berlaku.

"Tanazul mandiri itu silakan bisa dilakukan, tapi harus memperhatikan dua aspek. Satu, melaporkan secara resmi ke Kementerian Haji dan Umrah RI," katanya.

Jamaah yang memilih tanazul mandiri wajib membuat surat pernyataan resmi. Sebab, jamaah yang tidak mengikuti skema resmi otomatis tidak akan mendapatkan fasilitas konsumsi dari pemerintah selama fase puncak haji.

Dahnil mengatakan distribusi konsumsi selama mabit difokuskan di Mina melalui syarikah yang telah ditunjuk otoritas Arab Saudi.

Selain persoalan logistik konsumsi, akses kendaraan menuju hotel selama puncak haji juga sangat terbatas. Pembatasan tersebut dilakukan aparat keamanan Arab Saudi untuk mengatur lalu lintas dan mobilitas jamaah selama fase Armuzna berlangsung.

Karena itu, pemerintah meminta jamaah mempertimbangkan secara matang sebelum memutuskan mengikuti tanazul mandiri di luar skema resmi PPIH Arab Saudi.