Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan, melakukan inspeksi mendadak ke pool taksi Green SM di Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa (28/4/2026) malam. Langkah ini diambil guna memastikan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum (SMK PAU) pasca kecelakaan maut yang melibatkan kereta api.
Dilansir dari Money, pemeriksaan ini difokuskan pada kelaikan kendaraan serta kesiapan operasional armada karena berkaitan langsung dengan standar keselamatan di jalan raya. Sidak tersebut menyusul insiden tertempernya satu unit taksi listrik oleh KRL yang memicu tabrakan beruntun dengan KA Argo Bromo Anggrek.
"Dalam penyelenggaraan angkutan umum ada beberapa elemen yang harus dilakukan sesuai dengan SMK PAU," kata Aan Suhanan, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan.
Aan menjelaskan bahwa pengawasan ini mencakup seluruh rantai operasional perusahaan untuk menjamin perlindungan bagi pengguna jasa transportasi umum.
"Sidak kami lakukan untuk memastikan seluruh aspek keselamatan tersebut dijalankan, mulai dari pre-trip inspection hingga kompetensi dan kesehatan pengemudi," ujar Aan Suhanan, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan.
Pemerintah menaruh perhatian khusus pada pool Bekasi karena lokasi tersebut menjadi titik keberangkatan armada yang diduga memicu gangguan operasional di perlintasan sebidang.
"Kami ingin memastikan sistem manajemen keselamatan di perusahaan angkutan umum, termasuk Green SM, telah dilaksanakan sesuai ketentuan. Dari hasil pemeriksaan awal, terdapat beberapa temuan yang akan kami dalami lebih lanjut," ujar Aan Suhanan, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan.
Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan, Yusuf Nugroho, menegaskan bahwa audit ini memiliki dasar hukum kuat melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 85 Tahun 2018.
"Dalam hal terjadinya insiden, Ditjen Perhubungan Darat dapat melakukan audit dan inspeksi melalui pengamatan dan pemantauan," ujar Yusuf Nugroho, Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan.
Yusuf menambahkan bahwa kewenangan audit muncul terutama saat terjadi kecelakaan lalu lintas yang menonjol guna mencegah kejadian serupa berulang kembali di masa depan.
"Jadi yang kita lakukan ini sudah sesuai dengan pasal 16 di PM 85 tahun 2018, bahwa dalam kondisi tertentu seperti kecelakaan lalu lintas yang menonjol atau berulang, Ditjen Hubdat dapat melakukan audit dan inspeksi untuk memastikan aspek keselamatan," ungkap Yusuf Nugroho, Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan.
Kegiatan ini nantinya akan bermuara pada rekomendasi teknis yang harus dipatuhi oleh operator angkutan umum demi menjamin kualitas pelayanan.
"Sanksi administratif diberikan apabila ditemukan pelanggaran berupa surat peringatan, pembekuan izin sampai dengan pencabutan izin sesuai tingkat pelanggarannya," tegas Yusuf Nugroho, Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan.
Pihak perusahaan taksi listrik menyatakan telah menyerahkan data yang diperlukan kepada pihak berwenang guna memperlancar proses penyelidikan atas insiden di dekat Stasiun Bekasi Timur tersebut.
"Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung," kata manajemen Green SM.
Manajemen menegaskan komitmennya dalam menjalankan prosedur operasional yang ketat meskipun tengah mendapat sorotan tajam dari publik di media sosial terkait kendala teknis unitnya.
"Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan," lanjut manajemen Green SM.
Hingga saat ini, proses pencarian fakta masih terus berjalan dengan keterlibatan berbagai instansi terkait untuk menentukan penyebab pasti mogoknya kendaraan di atas rel.
"Kami menyampaikan duka mendalam serta belasungkawa kepada keluarga dan orang-orang terdekat dari para korban. Kami menaruh perhatian atas insiden ini dan berharap seluruh pihak yang terlibat segera pulih serta berada dalam kondisi aman," ujar manajemen Green SM.
Perusahaan juga memastikan akan tetap kooperatif selama tahapan investigasi berlangsung sampai ditemukan kesimpulan akhir yang resmi dari otoritas transportasi.
"Saat ini, insiden tersebut masih dalam proses investigasi dan belum terdapat kesimpulan resmi dari pihak berwenang. Green SM terus berkoordinasi dengan otoritas terkait dengan menyampaikan informasi yang relevan serta mendukung jalannya investigasi," lanjut manajemen Green SM.
Berdasarkan data terkini, tabrakan antara lokomotif KA Argo Bromo Anggrek dan gerbong belakang KRL pada Senin (27/4/2026) telah mengakibatkan total 15 orang meninggal dunia.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·