Kemenhut: Sektor kehutanan berkontribusi 60 persen penurunan GRK

Sedang Trending 2 hari yang lalu
Berdasarkan perhitungan pakar, dibutuhkan dana sekitar Rp204 triliun untuk mencapai target FOLU Net Sink 2030.

Kuningan, Jawa Barat (ANTARA) - Kementerian Kehutanan menyatakan sektor kehutanan dan lahan memegang peranan krusial dengan kontribusi sebesar 60 persen dalam upaya pemenuhan target penurunan emisi gas rumah kaca nasional pada 2030.

Project Manager FOLU NC 2&3 Kemenhut, Arga Paradita Sutiyono mengatakan bahwa tanpa aksi mitigasi, emisi gas rumah kaca Indonesia diprediksi mencapai 2,8 miliar ton CO2 ekuivalen pada 2030.

"Melalui berbagai aksi sektor kehutanan dan lahan atau Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink, kita berupaya menekan angka tersebut menjadi 1,2 miliar ton CO2 ekuivalen. Artinya, ada penurunan sebesar 1,6 miliar ton, dan 60 persennya bertumpu pada sektor kehutanan," kata Arga, dalam forum diskusi "Sinergi Perempuan Indonesia Untuk Indonesia FOLU NET SINK 2030" Kementerian Kehutanan di Taman Nasional Gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat, Senin malam.

Arga menjelaskan, strategi utama untuk mencapai target tersebut meliputi penanaman pohon guna meningkatkan cadangan karbon, menjaga kawasan hutan lindung dan taman nasional sebagai stok karbon, serta perlindungan lahan gambut yang memiliki potensi emisi 20 kali lipat lebih tinggi dari tanah biasa.

Baca juga: Bank Mandiri rilis fitur sertifikat pengurangan emisi bagi ritel

Namun, ia mengakui bahwa tantangan besar berada pada pendanaan. Berdasarkan perhitungan pakar, dibutuhkan dana sekitar Rp204 triliun untuk mencapai target FOLU Net Sink 2030. Sementara itu, APBN kementerian saat ini hanya berkisar Rp6 triliun per tahun.

"Oleh karena itu, dibutuhkan kolaborasi pendanaan dari berbagai pihak, baik dalam negeri maupun bantuan luar negeri, agar seluruh aksi mitigasi seperti pengendalian kebakaran hutan dan perhutanan sosial dapat berjalan maksimal," ujarnya.

Project Manager FOLU NC 2&3 Kementerian Kehutanan, Arga Paradita Sutiyono memberi penjelasan forum diskusi "Sinergi Perempuan Indonesia Untuk Indonesia FOLU NET SINK 2030" Kementerian Kehutanan di Taman Nasional Gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat, Senin (11/5/2026). ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo

Kegiatan Sinergi Perempuan Indonesia untuk Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 ini dilaksanakan 11-13 Mei 2026 di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat.

Baca juga: Pemprov upaya percepat penurunan emisi gas rumah kaca lewat RAD GRK

Kegiatan diikuti sejumlah perwakilan kementerian - lembaga pemerintah dari bidang kehumasan dan protokoler, berikut sejumlah lembaga konservasi swadaya masyarakat dan pewarta nasional di Kementerian Kehutanan.

Kegiatan edukatif dan inspiratif yang diinisiasi Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri
Kementerian Kehutanan, itu mengangkat peran perempuan Indonesia dalam aksi nyata pengelolaan hutan serta pencapaian target FOLU Net Sink 2030, sekaligus membangun narasi positif kebijakan kehutanan melalui komunikasi publik.

Kementerian Kehutanan megharapkan kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antar kementerian/lembaga, pemangku kepentingan, serta masyarakat dalam mendukung implementasi Indonesia’s FOLU Net Sink 2030.

Dalam hal ini, pendekatan komunikasi publik yang efektif dan kolaborasi yang berkelanjutan, diharapkan terbangun pemahaman yang lebih komprehensif serta dukungan yang lebih luas terhadap agenda prioritas kehutanan nasional.

Baca juga: Peneliti soroti kemampuan penyimpanan karbon ekosistem padang lamun

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.