Kementan Pastikan Stok Hewan Kurban 2026 Surplus 891 Ribu Ekor

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Kementerian Pertanian (Kementan) menjamin ketersediaan hewan kurban untuk Hari Raya Idul Adha 2026 dalam posisi aman dengan surplus mencapai 891.320 ekor secara nasional. Kepastian ini disampaikan pemerintah guna merespons proyeksi kenaikan kebutuhan masyarakat yang diprediksi meningkat dibandingkan tahun lalu.

Berdasarkan data Kementan yang dilansir dari Cahaya, total ketersediaan hewan kurban tahun ini mencapai 3.246.790 ekor. Sementara itu, tingkat konsumsi atau kebutuhan masyarakat diperkirakan berada pada angka 2.355.470 ekor.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, memberikan keterangan resmi terkait kondisi pasokan ternak dalam konferensi pers di Jakarta pada Rabu. Beliau menegaskan bahwa seluruh jenis hewan ternak mulai dari sapi hingga domba dalam pengawasan ketat.

"Secara nasional kondisi atau ketersediaan hewan kurban, cukup dan terkendali," kata Agung Suganda, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan.

Kementan memaparkan rincian ketersediaan per jenis ternak, di mana stok sapi mencapai 859.268 ekor untuk kebutuhan 791.452 ekor, sementara kerbau tersedia 33.952 ekor dari kebutuhan 12.914 ekor. Sektor kambing memiliki stok 1,4 juta ekor untuk kebutuhan 1,08 juta ekor, dan domba tersedia 935.690 ekor untuk kebutuhan 466.086 ekor.

"Proyeksi kebutuhan hewan kurban tahun 2026 meningkat sekitar 3,82 persen atau sebanyak 86.727 ekor dibandingkan tahun 2025," tutur Agung Suganda, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan.

Pemerintah juga mengalokasikan 9.743 petugas untuk memantau kesehatan ternak dan mendistribusikan pasokan dari daerah surplus ke wilayah dengan permintaan tinggi. Selain kurban reguler, Kementan kembali memfasilitasi pelaksanaan pemotongan hewan dam haji di dalam negeri yang mencakup 17 provinsi.

"Untuk tahun 2026 jumlah pemotongan dam yang akan dilaksanakan di Indonesia tercatat sebanyak 10.779 ekor kambing atau domba dan ini nilainya sekitar kurang lebih Rp28 miliar atau mungkin sekarang bisa sampai Rp30 miliar dan tersebar di 17 provinsi," kata Agung Suganda, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan.

Program pemotongan dam haji ini mengalami peningkatan volume dibandingkan tahun 2025 yang tercatat sebanyak 8.447 ekor dengan nilai manfaat mencapai Rp21,4 miliar.