Kementerian ESDM Investigasi Penyebab Pemadaman Listrik Berulang di Jakarta

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan melakukan investigasi mendalam untuk menemukan penyebab pemadaman listrik yang terjadi berulang kali di wilayah Jakarta sepanjang April 2026. Penyelidikan ini merespons dua insiden mati lampu signifikan yang melanda ibu kota pada tanggal 9 dan 23 April.

Dilansir dari Money, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menjalin koordinasi intensif dengan PT PLN (Persero) guna memetakan gangguan pada sistem kelistrikan. Pemerintah menyoroti frekuensi pemadaman yang terjadi dalam durasi waktu yang relatif singkat di pusat kegiatan ekonomi tersebut.

"Ini sudah dikoordinasikan tim dari Ditjen Ketenagalistrikan, dan sudah ini melakukan koordinasi dengan PLN, itu penyebabnya apa," ujar Yuliot Tanjung, Wakil Menteri ESDM di Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Proses penelusuran teknis saat ini masih berlangsung di bawah kendali tim ahli kementerian untuk memastikan tidak ada celah keamanan sistem yang terlewatkan.

"Jadi ini lagi dilakukan investigasi oleh teman-teman di Ditjen Gatrik," imbuh Yuliot.

Evaluasi menyeluruh ini direncanakan akan berujung pada pembaruan infrastruktur fisik jika ditemukan kerusakan pada komponen vital distribusi tenaga listrik.

"Kemudian dari penyebab itu diselesaikan, termasuk kemungkinan pergantian itu peralatan di beberapa gardu induk," ucap Yuliot.

Berdasarkan catatan teknis, pemadaman pertama terjadi pada 9 April 2026 malam yang melumpuhkan mobilitas di area stasiun hingga jalan raya sebelum akhirnya pulih pada pukul 20.00 WIB. Kejadian serupa terulang pada 23 April 2026 mulai pukul 10.25 WIB, di mana pemulihan total baru selesai 100 persen pada pukul 15.05 WIB.

Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya, Haris Andika, mengungkapkan bahwa gangguan tersebut berdampak pada 13 dari total 76 gardu induk yang menopang sistem Jakarta. PLN saat ini fokus pada penguatan keandalan jaringan agar insiden serupa tidak terulang di masa mendatang.

"PLN terus berupaya memperkuat keandalan sistem kelistrikan serta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi," ujar Haris Andika dalam keterangan resmi, Kamis (23/4/2026).

Di sisi lain, manajemen pusat memastikan bahwa kendala tidak berasal dari ketersediaan bahan baku pembangkit. Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, menyatakan pasokan energi primer saat ini berada dalam level aman.

"Para personel tengah melakukan penelusuran sumber penyebab gangguan," ucap Gregorius Adi Trianto.