Kementerian ESDM Selesaikan Road Test B50 Minggu Ini

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menuntaskan uji coba jalan atau road test penggunaan bahan bakar biodiesel campuran 50 persen kelapa sawit (B50) sepanjang 50 ribu kilometer pada minggu ini.

Penerapan uji coba kendaraan jarak jauh tersebut dilakukan pada berbagai mesin serta komponen, dilansir dari Bloombergtechnoz pada Kamis (21/5/2026).

Sektor otomotif, mesin tambang, kapal, hingga alat dan mesin pertanian dilaporkan telah menyelesaikan tahapan pengujian komoditas ramah lingkungan tersebut.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, Eniya Listiyani Dewi memberikan rincian mengenai perkembangan pemanfaatan bahan bakar nabati itu saat ditemui di sela-sela IPA Convex 2026 di ICE BSD, Kamis (21/5/2026).

"[Road test] 50.000 km selesai minggu ini ya. [Tes] di kapal sudah selesai, [mesin] tambang selesai, otomotif, Alsintan [alat dan mesin pertanian) selesai," ungkap Eniya Listiyani Dewi.

Meskipun mayoritas sektor telah merampungkan pengujian, terdapat dua fasilitas penunjang yang masih memerlukan waktu tambahan untuk menyelesaikan seluruh tahapan.

"Yang belum selesai [tes] adalah kereta sama genset. Genset itu nanti sampai Oktober," tambah Eniya Listiyani Dewi.

Kendati demikian, keterlambatan pada dua sektor tersebut dipastikan tidak mengganggu jadwal implementasi wajib yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

"Iya, per satu Juli. Gini, walaupun dua [sektor] itu tertinggal, tetapi kan mostly hasil uji sampai 50.000 km itu melampaui spesifikasi yang ada. Maksudnya gini, kalau dipasang filter, 10.000 km sudah harus ganti, ternyata dia sampai 30.000 km enggak ganti [filter], dan ini bagus," jelas Eniya Listiyani Dewi.

Sebelumnya, kepastian mengenai waktu peluncuran kebijakan mandatori biodiesel 50 persen pada bahan bakar solar ini juga sudah ditegaskan oleh pimpinan Kementerian ESDM.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengonfirmasi bahwa serangkaian pengujian terus dilakukan demi mengantisipasi munculnya kendala teknis saat implementasi resmi di sektor industri maupun transportasi.

"B50, 1 Juli sudah mulai penerapan dan sudah melakukan tes-tes terus. Doain, dalam schedule kita setuju di penerapan, doain dalam tes-tes. Sekarang kan tes di kapal, di beberapa alat berat dan kereta. Mudah-mudahan enggak ada soal. Kalau dia sesuai schedule, enggak ada soal, 1 Juli penerapannya," kata Bahlil Lahadalia di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (11/5/2026).

Pemerintah juga tetap mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi di lapangan setelah hasil akhir dari seluruh pengujian keluar.

"Tapi tatkala dalam uji coba itu ada mesinnya, ada mungkin nanti enggak pas, kita akan melakukan penyesuaian," kata Bahlil Lahadalia.