Kemlu: UEA keluar OPEC tak pengaruhi hubungan dengan RI

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan bahwa keluarnya Uni Emirat Arab (UEA) dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC) tidak akan memengaruhi hubungan bilateral antara Indonesia dan UEA.

“Kebijakan UEA tersebut tidak memengaruhi hubungan bilateral yang selama ini terjalin maupun kerja sama strategis yang telah terbina antara Indonesia dan UEA,” kata juru bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang dalam taklimat media di Jakarta, Kamis.

Yvonne mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia menilai perkembangan tersebut sebagai bagian dari dinamika tata kelola energi global yang terus berkembang, dan berharap perkembangan itu akan tetap mendukung stabilitas pasar dan keamanan pasokan energi global.

“Pemerintah Indonesia tentunya akan terus mencermati perkembangan situasi secara menyeluruh serta implikasinya terhadap perekonomian dan ketahanan energi nasional,” kata Yvonne.

Sebelumnya, Uni Emirat Arab mengumumkan keputusannya untuk keluar dari OPEC dan OPEC+ yang akan berlaku efektif pada 1 Mei 2026.

“Keputusan UEA untuk keluar dari OPEC merupakan pilihan strategis yang berdaulat dan didasarkan pada visi ekonomi jangka panjangnya,” kata Direktur Komunikasi Kemlu UEA Afra Mahash Al Hameli di platform X pada 28 April 2026.

UEA menyatakan akan tetap bekerja sama erat dengan para mitra serta memperkuat kerja sama multilateral, meski telah memutuskan keluar dari OPEC.

Baca juga: Keputusan UAE keluar dari OPEC merupakan pilihan "berdaulat"

Baca juga: Uni Emirat Arab janji tetap stabilkan pasar energi usai keluar OPEC

Baca juga: Rupiah melemah seiring berhentinya negosiasi AS-Iran

Pewarta: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.