Pada April 2026, kepercayaan konsumen Amerika Serikat mengalami penurunan signifikan. Tekanan berasal dari meningkatnya harga energi dan kekhawatiran atas dampak konflik Iran terhadap perekonomian, menurut laporan yang dilansir dari CNBC.
Survei Universitas Michigan mencatat indeks sentimen konsumen berada di level 47,6. Angka ini mewakili penurunan 10,7 persen dibandingkan bulan Maret. Penurunan ini terjadi pada seluruh komponen survei.
Ekspektasi inflasi juga menunjukkan tren peningkatan. Responden memperkirakan kenaikan harga sebesar 4,8 persen dalam setahun ke depan. Angka ini lebih tinggi satu poin persentase dibandingkan bulan sebelumnya, dan menjadi yang tertinggi sejak Agustus 2025.
Joanne Hsu, Direktur survei Universitas Michigan, mengatakan bahwa persepsi konsumen sangat dipengaruhi oleh situasi geopolitik. Ia menyampaikan, “Menunjukkan bahwa banyak konsumen menyalahkan konflik Iran atas perubahan yang tidak menguntungkan terhadap perekonomian.”
Sebagian besar survei dilakukan sebelum gencatan senjata pada 7 April. Data ini mencerminkan kondisi saat ketegangan masih tinggi. Menurut Hsu, ekspektasi ekonomi kemungkinan akan membaik setelah konsumen yakin bahwa gangguan pasokan akibat konflik Iran telah berakhir dan harga gas telah menurun.
Kenaikan harga konsumen juga tercermin dalam laporan Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat. Indeks harga konsumen naik 0,9 persen pada Maret. Inflasi tahunan mencapai 3,3 persen. Sektor energi menjadi penyumbang utama kenaikan harga, sementara harga pangan relatif stabil.
Ekspektasi inflasi jangka panjang juga meningkat. Proyeksi untuk lima tahun mendatang berada di level 3,4 persen, meningkat 0,2 poin persentase dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan tantangan berkelanjutan bagi stabilitas ekonomi.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·