Kevin Warsh Janji Berantas Inflasi dalam Sidang Konfirmasi Senat

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Calon Ketua Federal Reserve Kevin Warsh berkomitmen untuk memprioritaskan pemberantasan inflasi saat menjalani sidang konfirmasi di hadapan Komite Perbankan Senat pada Selasa (21/4/2026). Komitmen tersebut muncul di tengah tekanan Presiden Donald Trump yang kembali menuntut penurunan suku bunga secara mendadak.

Tingkat inflasi tahunan Amerika Serikat saat ini tercatat masih tertahan di angka 3,3 persen. Kondisi ini diperumit oleh konflik di Iran yang memicu lonjakan harga bahan bakar dan berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi serta penyerapan tenaga kerja nasional.

Warsh menegaskan bahwa tanggung jawab utama bank sentral adalah menjaga stabilitas harga sesuai dengan mandat yang diberikan oleh kongres. Ia menilai inflasi merupakan sebuah konsekuensi dari pilihan kebijakan yang diambil oleh otoritas moneter.

"Congress tasked the Fed with the mission to ensure price stability, without excuse or equivocation, argument or anguish," kata Kevin Warsh, Calon Ketua Federal Reserve.

Penegasan tersebut diikuti dengan pernyataan mengenai tanggung jawab institusi dalam mengelola ekonomi makro. Warsh berpendapat bahwa independensi politik lembaga sangat krusial dalam pengambilan keputusan suku bunga.

"Inflation is a choice, and the Fed must take responsibility for it," kata Kevin Warsh, Calon Ketua Federal Reserve.

Ia juga menambahkan bahwa pandangan dari pejabat terpilih seperti Presiden maupun anggota legislatif mengenai suku bunga tidak akan mengancam independensi tersebut.

"We need a new framework, new tools, and I'd also say, Mr. Chairman, new communications," kata Kevin Warsh, Calon Ketua Federal Reserve.

Di sisi lain, Presiden Donald Trump menyatakan secara terbuka keinginannya agar suku bunga segera diturunkan dari level saat ini yang berada di angka 3,6 persen. Dalam wawancara dengan CNBC, Trump mengonfirmasi potensi kekecewaannya jika kebijakan tersebut tidak segera diambil.

"I would," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Trump juga mengancam akan memecat Jerome Powell jika ia tetap bertahan di dewan gubernur setelah masa jabatannya berakhir pada 15 Mei mendatang. Powell sebelumnya menyatakan akan tetap menjabat sebagai anggota dewan hingga Januari 2028 sampai penyelidikan Departemen Kehakiman selesai.

Senator Elizabeth Warren melontarkan kritik tajam terhadap pencalonan Warsh yang dianggapnya sebagai upaya pengambilalihan ilegal bank sentral oleh eksekutif. Warren menuduh Warsh telah mengubah posisi politiknya terkait biaya pinjaman demi kepentingan presiden.

"The Senate should not be aiding and abetting Donald Trump’s illegal takeover of the Fed by installing his chosen sock puppet as chair," kata Elizabeth Warren, Senator Demokrat dari Massachusetts.

Hingga saat ini, jadwal pemungutan suara untuk nominasi Warsh masih belum menemui titik terang. Beberapa anggota senat, termasuk Thom Tillis dari Partai Republik, berencana memblokir proses tersebut selama penyelidikan kriminal terhadap renovasi gedung Fed masih berlangsung.

"Clearly there’s a majority of the committee that’s not going to move this nomination forward, especially while this sham of a criminal investigation is going on," kata Tina Smith, Senator Demokrat dari Minnesota.