Jakarta (ANTARA) - Sport Science Coach Matias Ibo membagikan kiat dalam memilih sepatu untuk mengikuti maraton.
Menurut dia, pelari sebaiknya memiliki dua pasang sepatu, sepasang untuk latihan ringan dan sepasang untuk persiapan menghadapi perlombaan.
"Paling gampang untuk cari bentuk sepatu itu, kita pakai sepatu rasanya langsung nyaman, enak, udah," katanya seusai konferensi pers "Road to Maybank Marathon 2026" di Jakarta, Kamis.
"Tapi, kalau misalnya enggak enak, misalnya depannya agak sedikit ngunci atau di belakang sedikit geser, mendingan jangan," kata Matias, pelatih olahraga yang menjabat sebagai Performance Manager Timnas Indonesia U-23 untuk AFF CUP 2025.
Ia menyampaikan bahwa sekarang kebanyakan sepatu lari menggunakan material rajutan yang dapat mengikuti bentuk kaki. Jadi, sebaiknya memilih sepatu yang ukurannya pas dengan ukuran kaki.
Baca juga: Dokter sarankan peserta lomba lari tak pakai sepatu baru
Matias menekankan pentingnya memilih sepatu lari dengan ukuran yang sesuai dengan ukuran kaki, tidak terlalu sempit maupun longgar.
"Fit, harus pas, enggak boleh lebih kecil atau lebih besar. Jadi sesuai, supaya tidak terjadi pergeseran dalam kaki," katanya.
Sebelum menggunakan sepatu untuk mengikuti lomba lari, menurut dia, pelari sebaiknya menggunakannya dalam sesi latihan lari jarak jauh.
Kalau selama latihan tidak timbul masalah, maka sepatu itu dinilai aman digunakan untuk mengikuti maraton.
Matias mengingatkan mereka yang ingin mengikuti lomba lari agar tidak menggunakan sepatu baru pada hari perlombaan.
"Jangan menggunakan sepatu baru di hari H, karena kita enggak tahu efeknya gimana. Tiba-tiba berlari setengah jam eh kena plantar, shin splints, atau enggak cocok. Jadi harus dicoba," demikian Matias Ibo.
Baca juga: Kiat memilih sepatu lari agar terhindar dari cedera
Baca juga: Pentingnya memilih sepatu lari yang sesuai kondisi fisik
Pewarta: Sri Dewi Larasati
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·