Agam usulkan peroleh ekskavator ke Kementan bersihkan sisa longsor 

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Lubuk Basung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat mengusulkan 20 unit alat berat jenis ekskavator ke Kementerian Pertanian untuk membersihkan sisa material banjir bandang menimbun sawah milik petani di daerah itu.

"Kita telah mengusulkan ke Menteri Pertanian saat pertemuan beberapa hari lalu," kata Bupati Agam Benni Warlis di Lubuk Basung, Kamis.

Ia mengatakan alat berat tersebut diperuntukkan bagi masing-masing kecamatan di Agam sebanyak 16 kecamatan dan khusus di Kecamatan Tanjung Raya empat unit.

Alat berat tersebut nantinya digunakan untuk membersihkan material banjir bandang menimbun sawah milik petani, karena material tersebut tidak bisa dibersihkan secara manual.

Dengan bantuan itu, maka lahan sawah milik petani bisa dimanfaatkan kembali untuk ditanam.

"Bantuan sangat dibutuhkan untuk membuang material banjir bandang, sehingga lahan bisa kembali dimanfaatkan," katanya.

Ia menambahkan, Agam juga membutuhkan rehabilitasi lahan sawah seluas 200 hektare, perbaikan infrastruktur optimalisasi lahan 200 hektare, rehab jaringan irigasi 150 unit, irigasi perpipaan 20 unit, irigasi perpompaan 10 unit, embung 10 unit, dam parit 4 unit.

Setelah itu alat mesin pertanian berupa hand traktor, hidrotyler, cultivator, corn sheller, tresher, dan hand sprayer.

Baca juga: Pemkab Agam siapkan lahan alternatif untuk hunian tetap

"Kami menaruh harapan besar, bantuan dari Kementerian Pertanian ini mampu mempercepat pemulihan sektor pertanian di Agam, serta mengembalikan optimisme dan harapan para petani dalam mewujudkan kesejahteraan yang lebih baik," katanya.

Ia mengakui Kementerian Pertanian melalui Ditjen Lahan dan Irigasi telah mengalokasikan bantuan sebesar Rp29,08 miliar pada 2026, untuk perbaikan infrastruktur lahan sawah yang terdampak banjir bandang melanda daerah itu.

Perbaikan dilakukan dua tahap dan realisasi fisik kegiatan yang dialokasikan pada tahap satu menunjukkan progres yang sangat memuaskan berupa rehabilitasi lahan sawah seluas 311 hektare, perbaikan infrastruktur optimalisasi lahan seluas 294 hektare.

Setelah itu pekerjaan dam parit sebanyak 35 unit, irigasi perpompaan 53 unit, irigasi perpipaan 27 unit dan pemeliharaan jaringan irigasi tersier sebanyak 21 unit.

Untuk bantuan tahap dua berupa penambahan perbaikan infrastruktur optimalisasi lahan seluas 93 hektare, rehabilitasi jalan usaha tani dua unit, optimalisasi lahan non rawa seluas 1.000 hektare.

"Ini tentunya menjadi harapan baru bagi pemulihan sektor pertanian di Agam dan sangat berarti bagi masyarakat terdampak untuk mendorong pemulihan pasca bencana," katanya.

Baca juga: Pemkab Agam lakukan imunisasi tekan penyebaran campak

Pewarta: Altas Maulana
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.