Kisah Haji Muda Aysylla, Ikut Ujian Sekolah dari Madinah

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Aysylla Naila Sari di Makkah. Foto: Dok. MCH 2026

Panggilan Allah datang saat Aysylla Naila Sari, jemaah haji termuda dari Kabupaten Malang, harus menjalani ujian sekolah. Perempuan berusia 15 tahun itu melaksanakan ujian secara daring dari Madinah.

Aysylla ingat betul ketika Medio November 2025 mendapat pemberitahuan untuk berangkat haji di tahun 2026.

Perasaannya saat itu campur aduk. Antara senang mendapat kesempatan besar untuk berhaji, namun juga bingung lantaran panggilan Allah itu datang di saat ia akan menjalani ujian akhir kelulusan.

Pada akhirnya, Aysylla memilih memenuhi panggilan Allah. Ia lalu berkonsultasi kepada kepala sekolahnya di MTsN 1 Malang, juga kepada wali kelasnya.

Pihak sekolah menyambut baik niatnya untuk berhaji. Ujian sekolah inilah yang kemudian dicarikan caranya agar ia tetap bisa mengikuti.

Kemudian, didapatlah solusi jadwal ujian Aysylla dimajukan. Tapi tetap saja ia tak bisa mengerjakannya di tanah air. Sebab, Aysylla telah berangkat ke Tanah Suci pada 25 April lalu. Ia tergabung dalam kloter SUB 16 bersama sang kakak.

Sementara, jadwal kepulangannya adalah 6 Juni. Terlalu mepet dengan jadwal wisuda sekolahnya pada 9 Juni.

"Jadi mengerjakan ujiannya di Madinah," terang Aysylla di Makkah.

Belum juga menjalani ujian sekolah sesuai rencana, Aysylla harus mencicipi ujian lain. Pesawatnya sempat tertahan di bandara Kualanamu Medan di tengah perjalanan menuju Tanah Suci.

Akibatnya, masa tinggal Aysylla dan rombongannya di Madinah juga berkurang menjadi hanya sepekan. Sepekan tinggal di Madinah dimaksimalkan oleh Aysylla untuk menjalani ujian sekolah dan ibadah.

"Ujiannya pakai HP, pakai aplikasi CBT," lanjut bungsu dari 3 bersaudara itu.

Ada 12 mata pelajaran yang diujikan selama lima hari berturut-turut. Ia mengerjakan seluruh soal ujian itu menggunakan ponselnya. "Alhamdulillah lancar semua," ucapnya.

Yang belum ia lalui adalah ujian praktik olahraga dan seni, karena aktivitasnya harus direkam. Namun, ia lega karena setidaknya sudah menyelesaikan ujian tulis.

Meski sempat fokus mengerjakan ujian di Madinah, Aysylla masih sempat berziarah ke Masjid Nabawi dan beribadah. Ia juga sudah berkesempatan salat dan berdoa di Raudhah, usai mendaftar lewat aplikasi Nusuk.

Keberangkatan Aysylla di usia yang amat belia tidak lepas dari keinginan besar kedua orang tuanya. Sang ayah yang berprofesi sebagai nelayan mendaftarkannya berhaji pada 2012.

"Waktu itu didaftarkan saat usia 1 tahun 8 bulan," tuturya.

Aysylla didaftarkan sejak muda karena kedua orang tuanya yang sudah berhaji pada 2006 tahu betul panjangnya antrean haji di Indonesia. Mereka tidak ingin anak-anaknya berhaji saat usia mereka sudah senja.

Saat itu, tidak hanya Aysylla yang didaftarkan haji. Kakaknya juga didaftarkan sehingga bisa berangkat bersama-sama. Visi besar itu berbuah manis. Aysylla kini menjadi salah satu jemaah haji termuda di Indonesia.

Ini adalah kali kedua Aysylla berangkat ke Tanah Suci. Sebelumnya, pada 2023 lalu, ia sudah pernah menjalani ibadah umrah.

"Vibes-nya itu berbeda gitu sama umrah, terus juga perjalanan ke masjidnya itu juga beda, hotelnya juga beda," jelas gadis asal Sumbermanjing, Kabupaten Malang itu.

Saat disinggung apakah sudah sempat belanja oleh-oleh di Madinah, dia tersenyum.

"Sudah dikargoin juga, 20 kilo," imbuhnya.