Konser Mahabah Allah Pakem 9 Gaungkan Semangat Spiritual

Sedang Trending 1 jam yang lalu

PERSATUAN Wartawan Indonesia (PWI) DKI Jakarta bekerja sama dengan Tiga Jantung Production menggelar acara bertajuk "Konser Musik Mahabah Allah Pakem 9" di Gedung Pusat Perfilman H. Usmar Ismail, Jakarta Selatan pada Senin, 18 Mei 2026. Pergelaran ini diselenggarakan untuk membangkitkan kesadaran akan nilai Ketuhanan dan Kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Acara ini dibagi ke dalam tiga babak utama, yang meliputi pidato politik kebangsaan, pembacaan doa bersama, hingga puncak acara berupa konser musik sufistik. Melalui kolaborasi seni dan religi, pergelaran ini mengupas tuntas pesan-pesan filosofis demi memperkuat ketahanan mental bangsa di tengah dinamika krisis global dan nasional yang kian kompleks.

Respons terhadap Penjajahan Modern dan Pentingnya Ketahanan Bangsa

Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menyampaikan pidato kebangsaan dalam Konser Musik Mahabah Allah Pakem 9 di Gedung Usmar Ismail Jakarta Senin, 18 Mei 2026. (TEMPO/Laode Muhamad Ashegaf)

Dalam pidato politik kebangsaannya, Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengingatkan seluruh elemen masyarakat akan esensi manusia sebagai "khalifatullah fil ardh" yang memikul amanah untuk menjaga kelestarian bumi dan menjauhi kerusakan. Ia menekankan bahwa setiap generasi akan selalu dihadapkan pada tantangan zamannya sendiri, termasuk konflik global yang belum berkesudahan seperti tragedi kemanusiaan di Palestina. 

Yusril mengajak untuk meneladani prinsip politik bebas-aktif yang diwariskan para pendiri bangsa agar Indonesia tetap kokoh berdiri di atas kaki sendiri tanpa terikat oleh kepentingan poros kekuatan global.

Lebih lanjut, Yusril menyoroti fenomena globalisasi yang kerap menjadi topeng bagi praktik kapitalisme, kolonialisme, dan imperialisme modern. Fenomena tersebut terlihat dari bagaimana kekuatan trans-nasional mengabaikan hukum internasional dan kedaulatan PBB demi menindas pihak yang lemah. Ia pun mengapresiasi inisiatif seni ini sebagai pengunggah nurani untuk mempertahankan eksistensi negara.

"Di tengah-tengah keprihatinan yang melanda bangsa kita, masih ada orang-orang seperti Pak Saiful dan kawan-kawan yang sangat prihatin dengan keadaan ini, dan sesuai kapasitas beliau, profesi beliau sebagai seniman, mengungkapkan semua itu dalam bentuk lagu-lagu yang dipersembahkan malam ini," ujar Yusril dalam pidatonya.

Metamorfosis Semangat Spiritual Melalui Alunan Nada dan Dakwah

Budayawan Ngatawi Al-Zastrouw dalam Konser Musik Mahabah Allah Pakem 9 di Gedung Usmar Ismail Jakarta Senin, 18 Mei 2026. (TEMPO/Laode Muhamad Ashegaf)

Sebagai puncak acara, panggung konser dimeriahkan oleh penampilan musisi seperti Taraz Biztara (T.R.I.A.D), Baruna Priyotomo (Elpamas), dan Yoel Perry (NUKLA). Mereka membawakan aransemen lagu sufistik karya Mbah Syaiful Umar (Tiga Jantung), termasuk lagu yang berisikan tentang "Kecintaan, dan ampunan kepada Sang Pencipta" yang dikemas dengan komposisi musik modern. Pendekatan kontemporer ini sengaja dipilih agar pesan religiusitas dan nilai-nilai ketuhanan dapat lebih mudah diterima serta relevan dengan realitas generasi muda saat ini.

Budayawan Ngatawi Al-Zastrouw menjelaskan bahwa esensi utama dari "Mahabbah Allah Pakem 9" adalah sebuah proses spiritual menuju cinta yang hakiki kepada Sang Pencipta, yang melampaui batas syahwat dan nafsu manusia. Angka sembilan sendiri melambangkan makam atau tingkatan spiritual tertinggi demi mengetuk pintu langit melalui untaian nada, dzikir, dan munajat doa.

Zastrouw menilai konser ini merupakan bentuk evolusi kebudayaan dalam upaya menjaga dan merawat keharmonisan bangsa Indonesia. Tradisi merawat negara yang dahulu dilakukan melalui mantra, tapa brata, pergelaran wayang kulit, hingga syair puji-pujian, kini bermetamorfosis menjadi karya musik modern yang aktual dan religius.

"Jadi ini menunjukkan bahwa seni itu menjadi sarana komunikasi  antara manusia dengan Tuhan dan alam dalam derajat yang paling puncak, yaitu keindahan," kata Zastrouw saat diwawancarai seusai acara.

LAODE MUHAMAD ASHEGAF