Seorang penumpang bernama Endang Kuswati (40) bertahan selama 10 jam dalam kondisi terjepit di gerbong kereta yang hancur akibat kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Selasa (28/4/2026). Korban baru berhasil dikeluarkan petugas pada pukul 07.00 WIB setelah sempat menghubungi keluarganya untuk meminta bantuan.
Kisah penyelamatan ini diungkapkan oleh sepupu korban, Iqbal, saat memberikan keterangan di RSUD Bekasi. Dilansir dari Detikcom, Endang menggunakan telepon selulernya untuk mengabarkan situasi darurat yang dialaminya kepada pihak keluarga sesaat setelah tabrakan terjadi.
"Iya masih sempat buka HP ngabarin keluarga. Dia sampaikan dia ada di kereta yang kecelakaan dan minta tolong," kata Iqbal saat ditemui wartawan.
Iqbal menjelaskan bahwa komunikasi tersebut diwarnai suasana haru lantaran korban menyadari posisinya yang terhimpit material gerbong kereta.
"Iya dia nangis nelepon minta bantuan," ucap Iqbal.
Pihak keluarga menerima panggilan telepon tersebut sekitar pukul 22.00 WIB dan segera menuju lokasi kejadian di Stasiun Bekasi Timur. Namun, keberadaan pasti Endang tidak langsung diketahui hingga beberapa jam kemudian.
"Cuma dari jam 10.00 malam itu sampai jam 02.00 malam itu kita masih belum dapat kabar apakah korban ada di rumah sakit ataupun ada masih di dalam gitu. Cuma kita dapat informasi tambahan di jam 2 malam kalau misalkan korban itu masih di dalam," imbuh dia.
Keluarga akhirnya mendapatkan kepastian mengenai kondisi Endang setelah melihat dokumentasi dari awak media di lapangan yang menunjukkan korban sedang ditangani petugas medis di dalam gerbong.
"Jadi aku dapat salah satu foto dari pers itu korban itu masih di dalam dalam kondisi lemas dan udah di dalam proses oksigen ya, karena di situ dia udah posisinya udah dari jam 9 malam juga untuk terjepit gitu," kata Iqbal.
Proses evakuasi berlangsung cukup lama karena posisi korban berada di bagian belakang dan harus menunggu penanganan penumpang lain. Endang akhirnya dibawa ke RSUD Bekasi segera setelah berhasil dibebaskan dari reruntuhan gerbong.
"Itu karena posisi kakak saya itu agak paling belakang karena menunggu dari yang sebelum-sebelumnya untuk dievakuasi gitu. Jadi kakak saya baru selesai dievakuasi sekitar jam 7 pagi dan langsung dibawa ke RSUD Bekasi," katanya.
Insiden maut ini berawal dari sebuah taksi yang terhenti di tengah rel dekat Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam hingga tertabrak KRL arah Jakarta. Kecelakaan tersebut memicu tabrakan susulan ketika KA Argo Bromo Anggrek menghantam KRL arah Cikarang yang sedang berhenti di stasiun.
Data terbaru menunjukkan jumlah korban jiwa dalam kecelakaan beruntun ini mengalami peningkatan dari laporan sebelumnya.
"Iya, 15 meninggal," kata Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Martinus Ginting di Rumah Sakit Bhayangkara Tk I Pusdokkes Polri (RS Polri), Jakarta, Selasa (28/4).
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·