Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memperluas skema manajemen rekayasa lalu lintas di jalan tol dan arteri guna mengantisipasi penumpukan kendaraan pada periode arus mudik dan balik Lebaran 2026. Langkah strategis ini mencakup sistem buka-tutup area istirahat atau rest area yang sering menjadi titik kemacetan utama.
Kakorlantas Polri, Agus Suryonugroho memastikan kesiapan personel dalam menjalankan Operasi Ketupat 2026 sejak masa Ramadan hingga Idul Fitri. Fokus utama petugas adalah menjaga kelancaran arus sekaligus memberikan rasa aman bagi seluruh pengguna jalan di berbagai jalur mudik.
Kepadatan di rest area jalan tol menjadi perhatian khusus karena sering memicu antrean yang mengular hingga ke badan jalan. Sebagai solusi, Korlantas Polri mendorong kolaborasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) dan Pemerintah Kota (Pemkot) untuk menyediakan lokasi istirahat alternatif.
Penyediaan rest area di luar jalur tol bertujuan untuk memecah konsentrasi volume kendaraan agar tidak bertumpu pada satu titik. Agus menjelaskan bahwa struktur rekayasa lalu lintas tahun ini dirancang lebih luas dibandingkan periode sebelumnya untuk mengoptimalkan aliran kendaraan di jalur arteri maupun tol.
Evaluasi terhadap pola pergerakan masyarakat dilakukan secara berkala untuk mematangkan antisipasi pada tahun-tahun mendatang. Melalui dialog dalam program Nation Hub di CNBC Indonesia pada Kamis, 16 April 2026, Korlantas menekankan pentingnya integrasi data dan koordinasi lintas sektoral dalam manajemen arus mudik.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·