Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) memperingatkan potensi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) pada lima sektor industri dalam tiga bulan ke depan, meski pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,61 persen pada kuartal pertama 2026. Sektor yang terancam meliputi tekstil, plastik, elektronik, otomotif, hingga semen.
Kekhawatiran terhadap badai efisiensi ini muncul setelah sejumlah pekerja di sektor-sektor tersebut mulai diajak berdiskusi oleh pihak manajemen perusahaan terkait rencana pemutusan hubungan kerja. Kondisi tersebut dinilai kontradiktif dengan pesatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia di awal tahun ini.
Menanggapi peringatan tersebut, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan sikap optimisnya terhadap daya tahan sektor industri nasional. Penegasan ini muncul setelah Menperin melakukan pertemuan dengan Menteri Keuangan di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Selasa pagi, 5 Mei 2026.
Agus Gumiwang meyakini bahwa setiap sektor industri memiliki resiliensi atau ketangguhan yang kuat untuk menghadapi dinamika kondisi ekonomi saat ini. Di sisi lain, data resmi pemerintah menunjukkan tren PHK yang sudah terjadi sejak awal tahun.
Berdasarkan data kementerian yang dilansir dari Kompas, Kementerian Ketenagakerjaan mencatat total 8.389 tenaga kerja telah kehilangan pekerjaan sepanjang periode Januari hingga Maret 2026. Tekanan ketenagakerjaan ini tersebar di sejumlah provinsi akibat faktor global maupun domestik.
| Januari | 4.590 |
| Februari | 3.273 |
| Maret | 526 |
Analis Kebijakan Ekonomi APINDO, Ajib Hamdani, turut menyoroti ketidakpastian yang dihadapi dunia usaha di tengah tekanan ekonomi. Penurunan jumlah PHK secara bulanan dari Januari ke Maret 2026 menjadi indikator yang diperhatikan para pelaku usaha dalam memetakan potensi lonjakan sepanjang tahun ini.
5 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·