KSSK Pastikan Ekonomi Indonesia Stabil di Tengah Gejolak Global

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) sekaligus Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan stabilitas ekonomi nasional pada awal 2026 tetap terjaga di tengah tekanan pasar keuangan global dan konflik Timur Tengah yang meningkat dalam konferensi pers di Jakarta pada Kamis (7/5/2026).

Dilansir dari Money, ketidakpastian dunia yang dipicu ketegangan geopolitik kawasan berdampak langsung pada fluktuasi harga energi global. Pemerintah bersama otoritas keuangan kini fokus memperkuat pengawasan untuk memitigasi risiko terhadap ketahanan ekonomi dalam negeri.

"Global masih penuh ketidakpastian, kita akan waspadai itu terus," ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Ketua KSSK.

Pernyataan tersebut merujuk pada hasil rapat berkala KSSK II Tahun 2026 yang dilaksanakan pada 27 April 2026 lalu. Forum tersebut menekankan bahwa sinergi antarlembaga menjadi instrumen krusial dalam menghadapi peningkatan tekanan eksternal serta menjaga kinerja sektor keuangan terkini.

"Berdasarkan perkembangan tersebut, KSSK akan terus mencermati dan melakukan asesmen forward looking atas kinerja perekonomian dan sektor keuangan terkini, sekaligus melakukan upaya mitigasi secara terkoordinasi," kata Purbaya Yudhi Sadewa, Ketua KSSK.

Kinerja domestik pada kuartal pertama 2026 dilaporkan masih berada dalam tren positif berkat daya beli masyarakat yang solid. Untuk memperkuat pondasi tersebut, Presiden Prabowo Subianto membentuk Satuan Tugas Percepatan Program Pemerintah untuk Mendukung Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi (P3-MPPE).

Hingga Mei 2026, satgas ini telah melaksanakan delapan kali sidang koordinasi lintas sektor. Fokus utama pembahasan meliputi percepatan perizinan usaha, hambatan investasi, sertifikasi, hingga penyelesaian proyek strategis seperti Blok Abadi Masela dan kawasan ekonomi khusus.

Pemerintah juga mengandalkan instrumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai penopang utama pertumbuhan. Penyaluran tunjangan hari raya bagi ASN dan TNI-Polri, serta pengalokasian dana untuk program makanan bergizi dan bantuan sosial, diproyeksikan terus menjaga level konsumsi domestik.

Belanja modal pemerintah saat ini difokuskan pada pembiayaan infrastruktur vital mencakup jaringan irigasi, rehabilitasi jalan, serta pengadaan mesin. KSSK berkomitmen memastikan seluruh program belanja negara berjalan sesuai rencana guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional hingga akhir tahun 2026.