Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mengunjungi Panthéon, Paris, Prancis, sebagai salah satu agenda dalam rangkaian kunjungan kerja untuk meninjau tata kelola situs bersejarah dunia sebagai referensi pengembangan museum dan ruang memori publik di Indonesia.
Fadli Zon menyampaikan bahwa kunjungan ini memberikan pelajaran berharga tentang bagaimana sebuah situs sejarah dikelola sebagai instrumen penguatan jati diri bangsa.
“Kunjungan ini menjadi kesempatan untuk mempelajari bagaimana Prancis mengelola situs bersejarah sebagai ruang edukasi publik, penguatan identitas nasional, dan diplomasi budaya,” ucap Menteri Kebudayaan melalui keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu.
Baca juga: RI-Prancis perkuat diplomasi budaya melalui pertemuan menteri
Panthéon dikenal sebagai salah satu situs penting yang merepresentasikan sejarah, memori kolektif, dan penghormatan negara terhadap tokoh-tokoh bangsa, sekaligus menjadi tempat persemayaman terakhir bagi pemikir besar seperti Voltaire, J.J. Rousseau, Victor Hugo, Émile Zola, hingga Marie Curie.
Lebih lanjut, kunjungan ini juga difokuskan pada upaya modernisasi tata kelola warisan budaya agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Aspek narasi dan pengalaman pengunjung menjadi aspek yang dapat diterapkan kepada museum-museum di tanah air.
“Kunjungan ini dapat memperkaya perspektif dalam penguatan tata kelola museum dan warisan budaya di Indonesia, khususnya dalam aspek narasi, interpretasi, pengalaman pengunjung, dan pemanfaatan situs heritage agar tetap relevan bagi masyarakat luas,” jelas Menbud Fadli.
Baca juga: Pemerintah ajak koproduksi film sejarah budaya dengan Uzbekistan
Dalam konteks kerja sama budaya Indonesia–Prancis yang terus berkembang, kunjungan ini menjadi salah satu referensi penting untuk memperkuat kolaborasi di bidang pengelolaan warisan budaya, museum, dan ruang-ruang memori publik.
Menbud berharap agar kolaborasi di bidang pengelolaan ruang memori publik antara Indonesia dan Prancis dapat terus ditingkatkan. Hal ini merupakan bagian dari visi besar menempatkan kebudayaan sebagai pilar pembangunan.
“Saya berharap pertukaran pengetahuan seperti ini dapat semakin memperkaya upaya kita dalam menempatkan kebudayaan sebagai fondasi pembangunan, sumber pembelajaran, dan jembatan kerja sama antar bangsa,” demikian Fadli Zon mengakhiri keterangannya.
Baca juga: Menbud harap musik RI jadi "soft power" negara di kancah global
Baca juga: Fadli sambut baik rencana kolaborasi kebudayaan dengan Kazakhstan
Pewarta: Pamela Sakina
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·