Jakarta (ANTARA) - PT Bank KEB Hana Indonesia (Hana Bank) membukukan laba bersih pada kuartal I 2026 dengan pertumbuhan sebesar 23,84 persen secara tahunan (year on year/yoy) sehingga menjadi Rp200,78 miliar.
Seiring dengan pertumbuhan laba tersebut, aset Hana Bank tumbuh sebesar 5,64 persen (yoy) menjadi Rp54,60 triliun.
“Hana Bank mampu membukukan pertumbuhan laba meskipun ada tantangan ekonomi global, didukung oleh strategi bisnis yang penuh kehati-hatian,” kata Direktur Branch Business Hana Bank Hendri Setiawan dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Lebih lanjut, Hendri menambahkan bahwa perseroan masih melihat ruang pertumbuhan ke depannya, baik dari sisi penyaluran kredit maupun penghimpunan dana.
Baca juga: Hana Bank bukukan laba Rp611 miliar pada 2025, naik 17,63 persen
Kinerja intermediasi Hana Bank tetap solid dengan penyaluran kredit meningkat 3,63 persen (yoy) menjadi Rp39,67 triliun.
Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) juga tumbuh 11,78 persen (yoy) menjadi Rp30,83 triliun, terutama ditopang oleh deposito.
Kualitas kredit pun terjaga dengan sehat, tercermin dari rasio non-performing loan (NPL) gross dan net masing-masing 0,72 persen dan 0,27 persen, membaik daripada periode yang sama tahun sebelumnya.
NPL ini juga berada di bawah NPL gross dan NPL net perbankan secara nasional yang masing-masing sebesar 2,1 persen dan 0,8 persen.
Baca juga: OK Bank catatkan pertumbuhan kinerja positif selama 2025
Sedangkan ketahanan Hana Bank yang kuat tercermin dari capital adequacy ratio (CAR) yang berada di level 27,05 persen, di atas CAR perbankan secara nasional yang sebesar 25,09 persen.
Melihat pencapaian sampai dengan kuartal I 2026, Hana Bank menyatakan optimistis untuk dapat mencapai target tahun ini.
Target laba bersih perseroan pada 2026 ditargetkan sebesar Rp650,11 miliar, sedangkan aset ditargetkan tumbuh menjadi Rp56,65 triliun.
Dia mengatakan, Hana Bank terus mendorong pertumbuhan berkelanjutan melalui jaringan kantor cabang guna meraih target tersebut.
Baca juga: Pembiayaan konsumer Bank Mega Syariah capai Rp586 miliar hingga April
“Kami fokus mendorong pertumbuhan aset, pertumbuhan pendapatan operasional bruto, efisiensi dan produktivitas, serta memperkuat tata kelola di cabang,” kata Hendri.
Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
39 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·