Langkah Kemkomdigi wujudkan wanita cakap digital rayakan momen Kartini

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menghadirkan sederet program literasi digital menyasar para perempuan untuk mewujudkan wanita Indonesia yang cakap digital merayakan momen perayaan Hari Kartini 2026.

Salah satu kegiatannya adalah menggandeng platform desain digital global Canva untuk memanfaatkan platform ini membuat kreasi dengan teknologi dalam mendukung pengimplementasian regulasi menciptakan ruang digital aman dan ramah bagi perempuan dan anak.

"Kami akan buka kelas Kartini bersama Canva, ini khusus untuk perempuan. Nanti ada dua kegiatan, pertama mengenalkan PP Tunas, implementasinya seperti apa kemudian di sesi kedua ada work shop untuk memanfaatkan platform ini agar bisa mengimplementasikan PP Tunas di wilayah komunitas masing-masing," kata Kepala Pengembangan Literasi Digital Badan Pengembangan SDM Kemkomdigi Rizki Ameliah di Jakarta, Selasa.

Penciptaan cakap digital pada wanita-wanita lewat literasi digital yang dimaksud tidak hanya berhenti pada mendukung kemampuan para perempuan Indonesia menggunakan internet saja tapi sampai pada memanfaatkan internet untuk menciptakan nilai tambah tak terkecuali dari sisi ekonomi.

Baca juga: Edukasi sekolah hingga orang tua sempurnakan implementasi PP Tunas

Maka dari itu, selain program yang dikerjakan pada momen Hari Kartini, Kemkomdigi juga merencanakan program pendampingan khusus lainnya yang secara spesifik menyasar perempuan penggerak Usaha Kecil, Mikro, dan Menengah (UMKM).

Nantinya program ini bakal melibatkan relawan dari Kemkomdigi yang disebut dengan nama Pandu Literasi Digital. Mereka akan mendampingi perempuan yang tertarik dalam program tersebut untuk membesarkan usahanya lewat pemanfaatan teknologi digital.

"Kami akan menyasar peningkatan literasi digital untuk perempuan, khususnya untuk UMKM, untuk perempuan yang bergerak di bidang UMKM. Kami ingin melihat dampaknya apakah meningkat perekonomiannya, karena kita ada pendampingan, sampai mereka scale-up,"kata Rizki Ameliah.

Tidak hanya itu, literasi digital yang diberikan juga mencakup pemahaman terhadap regulasi-regulasi terkait bisnis di ruang digital dan isu terkini seperti PP Tunas.

Pemahaman regulasi-regulasi itu penting agar ketika pendampingan selesai diberikan, para perempuan yang mendapatkan pelatihan dapat tetap berdaya secara mandiri di ruang digital sembari memastikan ruang digital itu aman untuk keluarganya termasuk bagi anak-anak.

Program literasi digital untuk perempuan penggerak UMKM ini menurut Rizki akan berlangsung selama periode April hingga Oktober 2026 dan informasi lebih lengkapnya dapat diakses melalui digitalent.komdigi.go.id

Baca juga: Menkomdigi tekankan peran ibu sukseskan PP Tunas di momen hari Kartini

Baca juga: Kebijakan pembatasan akun lindungi anak dari kejahatan ruang digital

Baca juga: Kemkomdigi tangani 4,1 juta konten negatif hingga 15 April 2026

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.