Madura Mart Bersaing dengan Minimarket Modern Lewat Sistem Ketengan

Sedang Trending 6 hari yang lalu

Warung kelontong tradisional di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, bertransformasi menjadi Madura Mart untuk bersaing dengan jaringan ritel modern pada Rabu (15/4/2026). Toko ini tetap mempertahankan sistem pembelian eceran atau keteng yang tidak tersedia di gerai minimarket besar.

Pengelola Madura Mart Al-Mubarokah, Jufri, menjelaskan bahwa harga jual produk di tokonya secara umum lebih terjangkau dibandingkan gerai seperti Alfamart atau Indomaret. Dilansir dari Detik Finance, selisih harga untuk sejumlah produk kebutuhan harian berkisar antara ratusan hingga ribuan rupiah.

Sebagai perbandingan, harga air minum kemasan ukuran sedang di Madura Mart dijual pada kisaran Rp3.000 hingga Rp5.000. Sementara itu, produk serupa di gerai minimarket modern dapat mencapai harga Rp6.000 hingga Rp7.000, tergantung pada merek produk yang dipilih konsumen.

"Keteng itu sih yang bikin murah. Kalau di Alfamart-Indomaret kan nggak bisa, mereka keteng. Di sini semua bisa diketeng, beras, tepung, telur, rokok," kata Jufri, Pengurus Madura Mart Al-Mubarokah, sebagaimana dikutip dari Detik Finance.

Faktor lain yang membuat operasional Madura Mart lebih kompetitif adalah ketersediaan produk dalam kemasan ekonomis atau saset. Jufri menyebutkan produk seperti sampo, sabun cuci piring, hingga deterjen tersedia dalam kemasan kecil yang jarang ditemukan di rak minimarket modern.

Kehadiran Madura Mart di tengah kepungan jaringan ritel besar menunjukkan daya tahan unit usaha mikro di pasar domestik. Transformasi fisik warung yang lebih modern ini diimbangi dengan jam operasional 24 jam untuk melayani kebutuhan warga di sekitar Jakarta Pusat.