Moskow (ANTARA) - Lebih dari 90 persen warga Prancis pesimistis terhadap masa depan ekonomi nasional, sementara lebih dari 85 persen menilai situasi ekonomi global secara negatif, menurut jajak pendapat Ipsos dan sekolah teknik CESI untuk surat kabar Tribune Dimanche yang dirilis Minggu (10/5).
Hasil survei menunjukkan 91 persen responden menilai kondisi ekonomi Prancis secara pesimistis, hanya 9 persen yang memiliki harapan baik.
Untuk ekonomi global, 88 persen menyatakan pandangan negatif, dibandingkan 12 persen yang optimistis.
Ketika ditanya mengenai kondisi keuangan pribadi, 69 persen responden menilai pesimistis, sementara 31 persen optimistis.
Sebagian besar juga memperkirakan kondisi akan memburuk dalam beberapa bulan mendatang, termasuk daya beli (84 persen), inflasi (83 persen), utang publik (82 persen), perpajakan (73 persen), dan lapangan kerja (66 persen).
Hanya 3 persen yang percaya daya beli akan membaik, angka serupa untuk utang publik. Sebanyak 4 persen memperkirakan perbaikan inflasi dan perpajakan, sementara 6 persen optimis terhadap lapangan kerja.
Survei dilakukan terhadap 1.000 penduduk dewasa di Prancis pada 5–6 Mei 2026 dengan metode kuota berdasarkan jenis kelamin, usia, pekerjaan, dan wilayah.
Sebelumnya, badan statistik nasional Insee melaporkan inflasi konsumen tahunan naik menjadi 2,2 persen pada April dari 1,7 persen pada Maret, tertinggi sejak Juli 2024.
Survei Elabe pada bulan lalu juga mendapati 94 persen warga Prancis khawatir konflik di Timur Tengah akan semakin mendorong inflasi barang dan jasa di luar kenaikan harga bahan bakar.
Eskalasi konflik di kawasan tersebut hampir menghentikan lalu lintas di Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari Teluk Persia ke pasar global, sehingga memicu lonjakan harga energi.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Prancis perkirakan krisis Iran rugikan ekonomi hingga 6 miliar euro
Baca juga: China-Prancis sepakat perdalam kerja sama ekonomi dan keuangan
Baca juga: INSEE: Prancis bidik pemulihan pertumbuhan ekonomi moderat pada 2026
Penerjemah: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·