MDI Ventures Rilis White Paper Dorong Inovasi AI dan Ekonomi Digital

Sedang Trending 49 menit yang lalu

MDI Ventures, perusahaan modal ventura anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TKM), merilis laporan white paper terbaru mengenai pertumbuhan ekosistem digital nasional. Laporan ini dilansir dari Money untuk memetakan peran modal ventura, artificial intelligence (AI), dan infrastruktur digital.

White paper bertajuk Catalyzing Digital Resilience and Sustainable Growth: Advancing Inclusive Innovation and AI-Driven Impact Across Indonesia's Digital Economy ini menyoroti kontribusi penting sektor usaha kecil. Perusahaan mencatat 65 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menyumbang 60,5 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) serta menyerap 96,5 persen tenaga kerja nasional.

Rilis laporan ini bertepatan dengan proyeksi pertumbuhan gross merchandise value (GMV) ekonomi digital Indonesia. Berdasarkan data e-Conomy SEA 2025, nilai tersebut diperkirakan menembus 180 miliar dollar AS hingga 340 billion dollar AS pada 2030.

Meski potensi pertumbuhan cukup besar, kesenjangan pembiayaan UMKM masih menjadi hambatan utama ekosistem. Kebutuhan pendanaan bagi para pelaku usaha kecil dinilai masih jauh melampaui akses keuangan formal yang tersedia saat ini.

Direktur MDI Ventures, Roby Roediyanto, menjelaskan bahwa laporan ini merefleksikan posisi strategis perusahaan dalam ekosistem digital. Dokumen ini menjadi acuan untuk menghubungkan inovasi teknologi dengan kebutuhan nyata di tengah masyarakat.

“White paper terbaru kami merefleksikan peran MDI Ventures sebagai enabler yang menghubungkan inovasi dengan kebutuhan nyata di masyarakat. Hal ini tercermin dari berbagai portofolio kami di bidang AI, cybersecurity, hingga digital infrastructure, yang menghadirkan solusi konkret untuk menjawab berbagai tantangan,” ujar Roby dalam siaran pers, Senin (25/5/2026).

Roby menambahkan bahwa penerapan teknologi tepat guna tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial semata. Inovasi digital juga harus mampu melahirkan dampak sosial serta lingkungan yang performanya dapat diukur secara berkala.

“Melalui pendekatan tersebut, kami melihat bahwa teknologi tidak hanya mampu menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga menghasilkan dampak sosial dan lingkungan yang terukur,” lanjutnya.

MDI Ventures menilai skema investasi berdampak atau impact investing menjadi solusi strategis untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan pembangunan. Instrumen ini diharapkan mampu menyokong pendanaan sektor-sektor produktif di Indonesia.

Secara global, akumulasi aset kelolaan (assets under management/AUM) dari investasi berdampak ini telah menyentuh 1,571 triliun dollar AS. Sektor ini juga menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan rata-rata sebesar 21 persen per tahun sejak 2019.

Di sisi lain, Indonesia diestimasikan masih membutuhkan dana sekitar 1,7 triliun dollar AS untuk menutup celah pembiayaan Sustainable Development Goals (SDGs) hingga 2030. Corporate venture capital dinilai memiliki peran krulial dalam mengalirkan modal ke sektor berdampak tinggi tersebut.

Akses ke lembaga keuangan formal bagi pelaku usaha mikro terpantau masih sangat minim. Laporan tersebut mencatat pada 2023, hanya ada sekitar 2,2 persen pelaku usaha mikro dan kecil yang berhasil mendapatkan akses pinjaman dari bank.

Untuk mengatasi kendala ini, MDI Ventures mendorong pemanfaatan credit scoring berbasis data alternatif guna memperluas jangkauan kredit. Salah satu implementasi teknologi ini telah diterapkan oleh Ascore.ai yang berada di bawah naungan Amartha.

Urgensi Ketahanan Siber Nasional

Selain permodalan, penguatan sistem keamanan siber menjadi fokus utama MDI Ventures dalam menjaga stabilitas ekonomi digital. Sepanjang tahun 2024, tercatat ada sekitar 56,1 juta data yang terekspos serta 5.780 insiden defacement di tanah air.

Kondisi data siber yang rentan ini memicu kebutuhan mendesak terhadap sistem proteksi yang bergerak lebih proaktif. Perlindungan yang kuat dinilai mendasar demi menjaga kepercayaan pengguna dalam ekosistem digital.

MDI Ventures mengandalkan CYFIRMA, perusahaan keamanan siber berbasis AI asal Singapura yang masuk dalam daftar portofolio mereka. Kerja sama ini ditujukan untuk membangun sistem threat intelligence serta early warning system bagi institusi strategis.

Kinerja Portofolio Inklusi Digital

Dampak pendanaan dari modal ventura ini diklaim terlihat nyata lewat performa bisnis sejumlah perusahaan rintisan yang disuntik modal. Beberapa portofolio mencatatkan ekspansi pasar yang signifikan dalam mendorong inklusi keuangan.

Amartha tercatat telah menyalurkan dana investasi lebih dari Rp 28 triliun yang menyasar ke 2,8 juta UMKM. Di sektor asuransi digital, Qoala sukses membukukan penerbitan hingga 445 juta polis mikroasuransi.

Sementara itu, Privy yang bergerak di bidang identitas digital kini telah melayani lebih dari 57 juta pengguna terverifikasi. Capaian ini diklaim menjadi bukti pemanfaatan teknologi dalam memperkuat fondasi ekonomi digital yang inklusif.

White paper ini merangkum empat pilar utama penyokong ekonomi digital yang inklusif. Pilar tersebut meliputi infrastruktur kredit data alternatif, perlindungan finansial tertanam, identitas digital, serta enterprise tooling berbasis AI yang terintegrasi dengan jaringan Telkom Group dan BUMN.

VP Strategy & Sustainability MDI Ventures, Alvin Evander, mengutarakan bahwa perseroan menerapkan metode dual-lens dalam mengevaluasi setiap keputusan investasi ke perusahaan rintisan.

"Kerangka dual-lens kami menempatkan setiap investasi pada dua kriteria utama: apakah bisnisnya layak secara komersial, dan apakah dampaknya dapat diukur sesuai tujuan Sustainable Development Goals," ujar Alvin.

Alvin menegaskan prinsip ini diterapkan untuk memastikan transparansi dan tanggung jawab moral atas dana yang dikelola. Metode ini membuktikan bahwa mengejar keuntungan materiil dan memberikan dampak sosial bisa berjalan beriringan.

"Dengan pendekatan tersebut, kami berupaya menjaga akuntabilitas portofolio, sekaligus menunjukkan kepada Investor dan mitra korporasi bahwa dampak dan imbal hasil dapat tumbuh bersama," kata Alvin.

Ke depan, MDI Ventures menyatakan komitmennya untuk terus mengucurkan modal pada sektor strategis seperti AI, keamanan siber, dan blockchain. Fokus investasi perusahaan akan semakin diarahkan pada bisnis yang memberikan dampak sosial terukur.