Kedaulatan kelautan Indonesia harus diposisikan sebagai pusat inovasi sekaligus ruang strategis geopolitik nasional demi kemajuan peradaban bangsa. Gagasan tersebut disampaikan oleh Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Megawati Soekarnoputri, dilansir dari Detikcom pada Sabtu (23/5).
Pernyataan itu disampaikan Megawati saat menghadiri forum National Policy Dialogue Kedaulatan Kelautan Berbasis Kekayaan Hayati Kelautan. Agenda ilmiah tersebut diselenggarakan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Jumat (22/5) kemarin.
"Guna mewujudkan masa depan tersebut, BRIN harus mampu mengintegrasikan riset ke industri, kebijakan publik, dalam satu ekosistem inovasi nasional. Kita membutuhkan orkestrasi pengetahuan yang mampu menjembatani laboratorium dengan industri, kampus dengan pasar, riset dengan kebijakan negara, serta inovasi dengan pembangunan dan rakyat," tutur Megawati.
Pengembangan kompartemen maritim Indonesia diproyeksikan menjadi koridor strategis dengan melibatkan perguruan tinggi sebagai simbol intelektualitas. Melalui penguatan ini, Indonesia dinilai memiliki potensi besar untuk bertransformasi menjadi pusat oseanografi terbesar di kawasan Asia Tenggara.
"Universitas Patimura dan Cendrawasih sebagai pusat penguasaan iptek, riset, dan inovasi dalam bidang kelautan. UGM menjadi city of intellect Pancasila, demokrasi, pemerintahan, dan kebudayaan. Sementara IPB sebagai city of intellect bagi perancangan di Indonesia yang berdaulat di bidang pangan. UI dalam bidang ekonomi, kedokteran, dan sistem keuangan. ITB sebagai pusat penguasaan teknologi bagi industrialisasi, termasuk penguasaan teknologi militer dan angkasa luar," jelas Megawati.
Pemanfaatan kekayaan biodiversitas laut yang melimpah diproyeksikan menjadi fondasi utama bagi pertumbuhan berbagai sektor industri masa depan. Sektor-sektor tersebut meliputi industri farmasi, bioteknologi kelautan, energi baru terbarukan, ekonomi karbon biru, hingga sistem produksi pangan nasional.
"Kita memerlukan orkestrasi besar antara negara, perguruan tinggi, peneliti, industri, dan masyarakat, karena pembangunan tidak bisa terpisah berjalan sendiri-sendiri. Pembangunan memerlukan irama, arah, tujuan yang sama yaitu Indonesia yang berdaulat, merdeka, berdikari," ujar Megawati.
Langkah strategis ini diharapkan mampu memicu arus balik arah pembangunan nasional yang kembali berorientasi ke wilayah laut. Sektor kelautan harus dikembalikan fungsinya sebagai basis kemajuan serta pusat imajinasi pembangunan bagi peradaban Indonesia.
"Saya percaya dengan ilmu pengetahuan dan inovasi Indonesia mampu mewujudkan cita-cita tersebut. Bung Karno pernah mengatakan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang percaya pada kekuatan bangsanya sendiri. Sekarang saatnya kita membuktikan keyakinan itu," tegas Megawati.
49 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·