Menbud tekankan peran pegiat budaya pada pemajuan kebudayaan

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menekankan pentingnya peran dan partisipasi para pegiat budaya dalam pemajuan kebudayaan nasional dan daerah seperti budaya Sunda.

“Kementerian Kebudayaan adalah alat. Instrumen ini harus dimanfaatkan bersama untuk mendorong pemajuan kebudayaan," kata Fadli Zon dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.

Dalam dialog bersama para sesepuh, budayawan, dan perwakilan komunitas budaya Jawa Barat di Bandung pada Minggu (19/4), Fadli mengapresiasi atas kontribusi aktif para pelaku budaya dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan.

Baca juga: Menbud sebut emansipasi Kartini beri inspirasi perempuan berkarya

Ia menegaskan bahwa Kementerian Kebudayaan hadir sebagai instrumen yang terbuka untuk dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

Dalam implementasinya, keterbatasan anggaran di tengah efisiensi tidak menghambat upaya pemajuan kebudayaan. Berbagai program tetap dijalankan secara berkelanjutan, baik dalam aspek pelindungan, pengembangan, maupun pemanfaatan kebudayaan.

Ia juga mendorong penguatan kolaborasi melalui gotong-royong dan sinergi lintas sektor, termasuk pelibatan pihak swasta dan filantropi dalam pengelolaan museum dan cagar budaya.

Baca juga: Kemenbud perkuat pelestarian budaya melalui Kirab Pusaka Nusantara

Hal lain yang dia sampaikan yakni memperkenalkan skema pendanaan kebudayaan melalui program Dana IndonesiaRaya yang dirancang lebih sederhana dan mudah diakses. Program ini memberikan dukungan kepada komunitas budaya, individu, maupun lembaga, dengan peningkatan jumlah penerima manfaat secara signifikan.

Di sisi lain, pemerintah juga mendorong program revitalisasi fisik terhadap museum, keraton, dan situs budaya sebagai bagian dari penugasan strategis nasional. Revitalisasi ini diharapkan mampu menjadikan institusi budaya tidak hanya sebagai ruang pelestarian, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan pengembangan ekonomi berbasis budaya.

Ketua Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) Jawa Barat Dadang Hermansyah mengatakan keterlibatan Kementerian Kebudayaan dalam memastikan hadirnya konsep pariwisata berbasis budaya yang inklusif merupakan hal yang krusial.

Baca juga: Menbud tekankan pentingnya percepatan restorasi bangunan candi

Dadang menilai pendekatan tersebut dapat membuka partisipasi masyarakat lokal sekaligus menjaga identitas budaya di tengah pembangunan kawasan, serta menyoroti pentingnya pelestarian pencak silat sebagai bagian dari tradisi dan identitas budaya bangsa, serta menjelaskan peran PPSI dalam menjaga akar tradisi pencak silat.

Pinisepuh Majelis Musyawarah Sunda (MMS) Eni Sumarni menambahkan bahwa penguatan pendidikan karakter berbasis nilai budaya menjadi hal yang penting dalam upaya membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Eni mengusulkan agar nilai-nilai karakter yang telah lama berkembang dalam tradisi Sunda dapat diadopsi dan dikembangkan menjadi program strategis nasional berbasis kebudayaan.

Baca juga: Menbud tegaskan Dana IndonesiaRaya terbuka untuk komunitas adat

Pendekatan ini diharapkan mampu menghadirkan alternatif narasi pembangunan karakter yang berakar pada kearifan lokal.

Sedangkan maestro teater sekaligus pendiri Centre Culture of Ledeng (CCL) atau yang biasa dikenal Celah-Celah Langit Iman Soleh menyoroti pengusulan penganugerahan bagi para tokoh budaya di Jawa Barat perlu ditingkatkan.

Iman menekankan pentingnya mendorong kelengkapan dan penguatan Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) di Jawa Barat, sebagaimana telah berjalan di sejumlah daerah lain.

Baca juga: Kemenbud-TMII berkolaborasi gelar penghargaan budaya

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.