Tiada kata yang pantas menghiasi bibir kita di hari yang mulia ini selain lantunan pujian kepada Allah SWT, teriring dengan shalawat dan salam kepada Baginda Rasulullah SAW.
Hati merupakan pemimpin bagi seluruh anggota tubuh, sehingga setiap perbuatan manusia merupakan cerminan dari kondisi batinnya. Kualitas perilaku seseorang sangat bergantung pada kesehatan hatinya dari berbagai penyakit batin.
Dilansir dari Cahaya, salah satu gangguan batin yang sangat dilarang adalah perilaku takabur terhadap sesama manusia. Larangan ini termaktub secara jelas dalam Al-Qur'an Surat Al-Isra’ ayat 37.
Manusia diingatkan agar tidak berjalan di muka bumi dengan penuh keangkuhan. Kekuatan injakan kaki manusia tidak akan mampu menembus bumi, dan kesombongan tidak akan pernah bisa menyamai tingginya gunung.
Rasulullah SAW memberikan batasan yang tegas mengenai pengertian sombong melalui sebuah hadis riwayat Muslim. Definisi ini menjadi landasan bagi umat dalam menilai kondisi hati mereka.
الكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ
"Takabur adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain." (HR Muslim)
Berdasarkan penegasan nabi tersebut, sifat takabur dapat diklasifikasikan ke dalam dua kategori utama yang sering menyerang manusia dalam kehidupan sehari-hari.
Dua Jenis Perilaku Sombong
Kategori pertama adalah sikap menolak kebenaran meskipun seseorang menyadari bahwa hal tersebut benar. Penolakan ini biasanya dipicu karena penyampai kebenaran dianggap lebih muda atau memiliki kedudukan yang lebih rendah.
Sejarah mencatat bahwa Fir’aun, Bani Israel, hingga Abu Lahab binasa bukan karena tidak melihat mukjizat, melainkan karena kesombongan yang menghalangi mereka untuk beriman. Mereka khawatir kehilangan kehormatan dan kekuasaan jika mengikuti kebenaran.
Kategori kedua melibatkan perasaan superioritas, di mana seseorang merasa memiliki keistimewaan yang melebihi orang lain. Ia memandang dirinya penuh kesempurnaan tanpa menyadari bahwa semua itu merupakan pemberian Allah SWT.
Sikap congkak ini bisa muncul dari perasaan memiliki martabat lebih tinggi, harta lebih banyak, atau fisik yang lebih rupawan. Merendahkan orang lain bahkan dapat terjadi dalam lingkup keluarga, seperti suami terhadap istri atau orang tua terhadap anak.
Peringatan Allah Terhadap Keangkuhan
Allah SWT memberikan peringatan keras melalui nasihat Lukman kepada anaknya yang diabadikan dalam Al-Qur'an Surat Luqman ayat 18.
وَلَا تُصَعِّرۡ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمۡشِ فِي ٱلۡأَرۡضِ مَرَحًاۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخۡتَالٖ فَخُور
"Janganlah memalingkan wajahmu dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi ini dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi sangat membanggakan diri." (QS. Luqman: 18)
Ayat ini menekankan agar manusia tetap menghadap sesamanya dengan wajah yang utuh dan ramah. Sikap memalingkan wajah atau membusungkan dada merupakan perbuatan yang sangat dimurkai oleh Allah SWT.
Seseorang perlu melakukan introspeksi diri agar virus takabur tidak merusak hati. Jika muncul rasa bangga atas harta, ingatlah kisah Qarun yang ditenggelamkan ke dalam bumi bersama seluruh kekayaannya.
Bagi mereka yang merasa bangga dengan jabatan, kisah Fir’aun menjadi pelajaran karena kekuasaan dan pasukannya tidak mampu menyelamatkannya dari maut. Begitu pula dengan kekuatan fisik yang akan hilang hanya karena sakit gigi.
Pentingnya Sikap Tawadhu
Kesadaran bahwa ilmu, harta, dan jabatan merupakan anugerah Tuhan akan mendorong seseorang untuk bersyukur. Sikap rendah hati atau tawadhu merupakan bentuk ibadah yang sangat utama dalam Islam.
Ibnu Hajar al-Asqolani dalam kitab Al-Amali al-Muthlaqah menyertakan riwayat dari Sayyidah ‘Aisyah mengenai pentingnya bersikap rendah hati. Rasulullah SAW bersabda sebagai berikut.
إِنَّكُمْ لَتَغْفُلُوْنَ عَنْ أَفْضَلِ الْعِبَادَةِ التَّوَاضُع
"Sungguh kalian telah melalaikan salah satu bentuk ibadah yang paling utama, yaitu tawadhu’ (bersikap rendah hati)."
Penerapan sikap tawadhu secara luas di tengah masyarakat dapat meminimalisir kebencian, permusuhan, serta rasa iri dengki. Hal ini juga menghindarkan manusia dari persaingan yang melelahkan dalam upaya saling membanggakan diri.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·