SMAN 1 Pontianak Tolak Partisipasi Ulang LCC 4 Pilar MPR RI

Sedang Trending 55 menit yang lalu

SMAN 1 Pontianak menyatakan sikap tidak akan mengikuti pelaksanaan ulang Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat pada Kamis (14/5/2026). Pihak sekolah memilih untuk menghormati keputusan awal dan memberikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas.

Kepastian tersebut disampaikan setelah munculnya informasi mengenai rencana penyelenggaraan lomba ulang oleh pihak penyelenggara. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Detikcom, sekolah menegaskan tetap berpegang pada hasil yang telah ditetapkan sebelumnya bagi delegasi Kalimantan Barat di level nasional.

"SMAN 1 Pontianak menghormati hasil lomba yang telah ditetapkan serta menyampaikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas sebagai perwakilan Kalimantan Barat pada ajang LCC 4 Pilar tingkat nasional," kata Kepala SMAN 1 Pontianak Indang Maryati.

Kepala Sekolah juga menjelaskan bahwa tindakan mereka selama ini bukan bertujuan untuk membatalkan kemenangan pihak lain. Pihak sekolah mengklaim bahwa upaya komunikasi yang dibangun sebelumnya hanya untuk mendapatkan penjelasan mengenai mekanisme penilaian juri.

"SMAN 1 Pontianak tidak memiliki maksud untuk menganulir hasil lomba, melainkan semata-mata untuk memperoleh kejelasan melalui klarifikasi terhadap poin-poin yang dipersoalkan," katanya.

Indang memastikan posisi institusinya dalam menanggapi wacana perlombaan ulang yang sempat diinfokan oleh pihak MPR RI. Ia menyatakan SMAN 1 Pontianak tidak akan mengambil bagian dalam agenda tersebut.

"SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan lomba LCC yang diulang," lanjutnya.

Penegasan ini dikeluarkan guna meluruskan persepsi publik terkait langkah-langkah yang diambil oleh manajemen sekolah. Indang menyebut tidak ada niat untuk merusak nama baik pihak manapun dalam proses klarifikasi tersebut.

"Langkah yang dilakukan bukan merupakan upaya untuk menyerang ataupun menjatuhkan kredibilitas lembaga, penyelenggara lomba, maupun individu tertentu," ujarnya.