Instrumen Obligasi Negara Ritel (ORI) menjadi salah satu pilihan investasi menarik bagi masyarakat yang menginginkan risiko relatif rendah. Dikutip dari Kompas, ORI merupakan surat utang negara yang diterbitkan pemerintah khusus untuk individu warga negara Indonesia.
Keamanan investasi ini terjaga karena pemerintah menjamin langsung pembayaran kupon dan pengembalian pokoknya. Karakteristik modal awal yang terjangkau menjadikannya opsi ideal bagi investor pemula yang baru memulai langkah di pasar modal.
Salah satu keunggulan utama ORI adalah jaminan penuh dari negara. Berbeda dengan instrumen lain yang berisiko kehilangan seluruh modal, ORI memberikan kepastian 100 persen melalui jaminan kupon dan modal investasi.
Imbal hasil ORI bersifat tetap atau fixed rate. Umumnya, besaran kupon ini berada di angka 5 hingga 6 persen per tahun, tergantung pada seri yang ditawarkan, dan dibayarkan secara rutin setiap bulan kepada investor.
Instrumen ini sangat cocok untuk perencanaan keuangan jangka menengah dengan tenor sekitar tiga tahun. Masyarakat dapat memanfaatkannya untuk biaya pendidikan anak, persiapan pernikahan, hingga tabungan liburan keluarga.
Aksesibilitas ORI juga sangat luas karena modal awal yang dibutuhkan relatif rendah. Investor dapat mulai menanamkan dana mulai dari Rp1 juta saja melalui mitra distribusi resmi secara online.
Selain itu, pajak atas kupon ORI lebih rendah dibandingkan pajak bunga deposito. ORI juga dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah melewati masa kepemilikan minimum atau holding period tertentu.
Memahami Potensi Risiko ORI
Meskipun dijamin negara, investor tetap perlu mewaspadai risiko harga di pasar sekunder. Jika investor menjual ORI sebelum jatuh tempo, harga jualnya bisa lebih rendah daripada harga beli awal.
Fluktuasi harga ini sangat dipengaruhi oleh pergerakan suku bunga di pasar. Ketika suku bunga mengalami kenaikan, harga obligasi cenderung turun, yang dapat memicu potensi kerugian bagi investor yang menjualnya lebih awal.
Risiko likuiditas juga menjadi faktor yang patut dipertimbangkan. Penjualan ORI di pasar sekunder tidak selalu terjadi secara instan, terutama jika minat beli pasar sedang rendah pada saat tersebut.
Terakhir, investor harus memperhatikan risiko inflasi. Apabila tingkat inflasi melonjak melampaui besaran kupon, nilai riil dari imbal hasil investasi dapat mengalami penurunan daya beli secara keseluruhan.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·