Mengenal Tech Neck Akibat Sering Menatap Ponsel dan Cara Mencegahnya

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Kebiasaan bersantai sambil menggulir media sosial atau menonton video di ponsel hingga larut malam kini menjadi rutinitas jutaan orang. Meski terasa nyaman, terdapat ancaman kesehatan serius yang mengintai di balik aktivitas tersebut.

Kondisi ini dikenal dalam dunia medis sebagai tech neck, atau sindrom leher akibat penggunaan perangkat teknologi secara berlebihan. Masalah kesehatan ini muncul saat leher dan tulang belakang bagian atas menerima tekanan berlebih.

Dilansir dari Tekno, tech neck dipicu oleh posisi kepala yang menunduk atau miring dalam durasi lama saat menatap layar. Saat seseorang berbaring dan menopang kepala untuk melihat ponsel, otot leher dipaksa bekerja lebih keras dari biasanya.

Dampak jangka panjang dari kebiasaan ini tidak bisa disepelekan. Jika terus dibiarkan, tech neck mampu memicu nyeri kronis, kekakuan otot, hingga perubahan kelengkungan tulang belakang yang memerlukan perawatan medis serius.

Tech neck juga sering disebut dengan istilah text neck, cell phone neck, gamer neck, hingga turtle neck syndrome. Kondisi ini merupakan bentuk nyeri leher akibat stres berulang dari postur tubuh yang keliru saat memakai gawai.

Dr. Sangjin Lim, dokter spesialis kedokteran olahraga dari Crystal Run Healthcare, memberikan penjelasan mengenai beban mekanis pada tulang belakang. Saat kepala berada di posisi tegak, otot leher hanya menopang beban sekitar empat hingga lima kilogram.

"Namun begitu kepala mulai menunduk untuk menatap layar, beban yang harus ditanggung leher bisa melonjak hingga sekitar 27 kilogram, hampir enam kali lipat dari kondisi normal," kata Dr. Lim.

Beban seberat 27 kilogram tersebut membuat otot, tendon, dan ligamen di area leher bekerja melampaui kapasitas wajarnya. Risiko kerusakan jaringan akan semakin besar seiring dengan meningkatnya durasi seseorang berada dalam posisi menunduk.

Masalah ini kini tidak hanya menyerang orang dewasa yang bekerja di depan komputer. Anak-anak usia sekolah juga semakin rentan mengalami tech neck karena meningkatnya waktu yang mereka habiskan di depan layar setiap hari.

Gejala dan Komplikasi yang Mengancam Tubuh

Meskipun istilahnya fokus pada leher, dampak sindrom ini menyebar ke area tubuh lainnya. Gejala yang paling sering muncul adalah sakit kepala akibat kombinasi kejang otot leher dan kelelahan mata setelah menatap layar.

Nyeri pada punggung bagian atas juga menjadi keluhan yang umum terjadi. Hal ini disebabkan oleh otot trapezius, yang menghubungkan leher dan bahu, mengalami kejang akibat menanggung beban kepala yang terlalu berat.

Bahu pengidap tech neck biasanya akan terlihat membulat ke depan, yang lama-kelamaan memicu kelemahan otot. Dr. Lim mengingatkan bahwa tanpa penanganan tepat, kondisi ini bisa berkembang menjadi nyeri sendi kronis hingga arthritis dini pada tulang belakang.

Saraf yang terjepit akibat tekanan ini dapat menyebabkan mati rasa dan kesemutan yang menjalar hingga ke lengan dan tangan. Kondisi ini benar-benar mengganggu fungsi motorik jika tidak segera mendapatkan perbaikan postur.

Komplikasi lain yang patut diwaspadai adalah upper crossed syndrome. Ini merupakan ketidakseimbangan di mana otot punggung atas dan dada menjadi terlalu tegang, sementara otot leher depan dan punggung tengah justru melemah.