Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Optimistis Fundamental Ekonomi Nasional Kuat

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa sikap optimistis pemerintah terhadap kondisi fundamental ekonomi nasional bukan merupakan hal yang berlebihan, melainkan langkah yang terukur dalam kegiatan Jogja Financial Festival pada Jumat (22/5/2026).

Keyakinan tersebut dilandasi oleh kinerja positif berupa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang menyentuh angka 5,61 persen pada triwulan I 2026, sebagaimana dilansir dari Money. Capaian ini disokong oleh konsumsi rumah tangga, investasi, serta akselerasi konsumsi pemerintah.

"Itu bukan over optimistis, itu calculated move. Kita hitung langkah-langkah kita seperti apa, kita lihat dampaknya, kira-kira memang akan ke sana," ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa saat ini roda perekonomian dari sektor domestik, baik dari sisi pemerintah maupun swasta, sudah mulai bergerak secara bersama-sama untuk mendukung target ke depan.

"Sekarang mesin ekonomi kita sudah mulai bergerak dua-duanya, mesin pemerintah dan mesin sektor swasta. Dan ini akan kita jalankan terus ke depan," ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Lebih lanjut, pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dipastikan tetap berjalan secara bijak demi menjaga stabilitas fiskal. Defisit anggaran per 30 April 2026 tercatat berada di level 0,64 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) atau setara Rp 164,4 triliun.

"Defisit tidak bertambah, tetapi pertumbuhan ekonomi kita lebih cepat dari desain. Jadi kita bisa mengelola anggaran lebih efisien dan memastikan sektor swasta lebih hidup lagi," katanya menambahkan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Sektor investasi juga terus dipacu melalui pembentukan satuan tugas lintas kementerian yang secara berkala menggelar sidang untuk mengatasi hambatan. Di sisi lain, kepercayaan investor global tetap tinggi, yang terbukti dari respons positif terhadap penerbitan obligasi global Indonesia di tengah volatilitas pasar keuangan.