PLN Butuh 15 Jam Hidupkan Pembangkit Listrik Pasca&Padam di Sumatera

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Pemulihan sistem ketenagalistrikan di wilayah Sumatera pasca-pemadaman massal memerlukan waktu antara 5 hingga 15 jam untuk menghidupkan kembali infrastruktur pembangkit yang terdampak. Dilansir dari Money pada Sabtu (23/5/2026), durasi tersebut bergantung pada jenis teknologi pembangkit yang diaktifkan kembali oleh petugas di lapangan.

Proses penanganan jaringan dilakukan menyusul kerusakan transmisi di wilayah Jambi yang memicu efek domino berupa pemutusan arus otomatis akibat beban berlebih. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan bahwa pemulihan fasilitas berbasis energi hidro dan gas dapat diselesaikan dengan durasi yang lebih singkat.

"Dalam hal ini adalah berkisar antara 5 sampai 15 jam," kata Darmawan dalam konferensi pers sebagaimana dikutip dari YouTube Kompas TV, Sabtu (23/5/2026).

Sebaliknya, operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara memerlukan tahapan penanganan yang jauh lebih kompleks. Petugas di lapangan diwajibkan melakukan pemanasan air terlebih dahulu serta mengaktifkan unit pembangkit secara bertahap satu per satu.

"Kemudian harus kami sambungkan dan kami sinkronkan, dan ini membutuhkan waktu," ujar Darmawan.

Gangguan pada sistem transmisi Jambi sebelumnya memicu pemutusan hubungan otomatis pada pembangkit karena lonjakan frekuensi dan tegangan listrik. Dampak dari kegagalan sistem tersebut membuat pasokan listrik ke masyarakat terhenti secara mendadak.

"Pembangkitnya langsung secara otomatis keluar dari sistem, atau kalau dalam istilahnya di dari publik adalah pembangkitnya secara otomatis padam," tutur Darmawan.

Langkah penormalan kini terus berjalan dengan memprioritaskan pengaktifan PLTA dan PLTG secara bertahap demi menyambungkan kembali jaringan interkoneksi. Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil di beberapa wilayah kerja PLN di Sumatera.

"Sebagian sistem di Sumatera bagian selatan, Sumatera bagian tengah, Sumatera bagian utara, baik Sumatera Utara maupun Aceh, mulai dari tadinya padam total, mulai muncul titik-titik di mana listrik sudah mulai menyala," ucap darmawan.

Kendati demikian, pemulihan penuh jaringan belum tercapai karena sejumlah pembangkit besar masih dalam fase persiapan operasional. PLN menegaskan penyelarasan sistem di seluruh region Sumatera memerlukan ketelitian agar tidak memicu gangguan susulan.

"Kami masih membutuhkan waktu untuk memulihkan agar seluruh pembangkit bisa menyala, bisa menyambung, dan bisa sinkron dengan sistem ketenagalistrikan di Sumatera bagian selatan, tengah, maupun Sumatera bagian utara," tuturnya.

Insiden pemadaman total ini diketahui mulai melanda sebagian besar wilayah Sumatera sejak Jumat malam pukul 18.44 WIB. Manajemen PLN telah menginstruksikan pengerahan seluruh personel teknis untuk menyelesaikan proses sinkronisasi seluruh pembangkit ke dalam sistem interkoneksi Sumatera.