Sydney (ANTARA) - Microsoft pada Kamis mengumumkan akan menginvestasikan 17,9 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp17.179) untuk infrastruktur kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di Australia selama tiga tahun ke depan, yang merupakan investasi terbesar oleh raksasa teknologi tersebut di negara itu.
CEO Microsoft Satya Nadella dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengumumkan di Sydney tentang investasi 25 miliar dolar Australia (1 dolar Australia = Rp12.315) atau sekitar 17,9 miliar dolar AS tersebut.
Ia menyatakan investasi itu akan memperluas infrastruktur superkomputasi AI dan cloud milik Microsoft serta memperkuat pertahanan siber Australia.
Komitmen tersebut mencakup pendanaan untuk pusat data, pelatihan keterampilan AI bagi 3 juta pekerja Australia serta perluasan kolaborasi antara Microsoft dan Pemerintah Federal Australia dalam bidang keamanan siber dan ketahanan nasional.
"Australia memiliki peluang yang sangat besar untuk mengonversi AI menjadi pertumbuhan ekonomi nyata dan manfaat sosial. Itu lah sebabnya kami melakukan investasi terbesar kami di Australia hingga saat ini," ujar Nadella.
Albanese mengatakan bahwa komitmen dari Microsoft akan membantu Australia memanfaatkan peluang ekonomi dari AI sekaligus melindungi diri dari berbagai risikonya.
Pewarta: Xinhua
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·