Militer Amerika Serikat mencegat sedikitnya tiga kapal tanker berbendera Iran yang sedang melintasi perairan Asia di dekat India, Malaysia, dan Sri Lanka pada Kamis (23/4/2026). Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya Washington memperketat blokade maritim terhadap Teheran di tengah meningkatnya tensi geopolitik kedua negara.
Aksi penghadangan ini memaksa kapal-kapal tersebut untuk berputar balik dan beralih dari posisi asalnya. Dilansir dari Detik Finance, informasi mengenai operasi militer di jalur laut ini bersumber dari laporan industri pelayaran dan otoritas keamanan yang memantau pergerakan kapal di kawasan tersebut.
Data pelacakan kapal dari platform MarineTraffic mengidentifikasi tiga kapal yang menjadi sasaran pencegatan adalah Deep Sea, Sevin, dan Dorena. Ketiganya merupakan armada pengangkut minyak mentah yang terdeteksi berada di titik koordinat berbeda sebelum dihentikan oleh pasukan Amerika Serikat.
Kapal Deep Sea merupakan super tanker yang mengangkut muatan minyak mentah dan terakhir kali terlihat di lepas pantai Malaysia pada pekan lalu. Sementara itu, kapal Sevin yang berkapasitas 1 juta barel dilaporkan membawa muatan sebanyak 65 persen saat dicegat oleh pihak militer.
Kapal ketiga yakni Dorena merupakan super tanker yang membawa muatan penuh sebanyak 2 juta barel minyak mentah. Pihak Komando Pusat AS atau USCENTCOM memberikan konfirmasi mengenai status terkini salah satu kapal tanker tersebut melalui pernyataan resmi di media sosial.
"Dorena saat ini berada di bawah pengawalan kapal perusak Angkatan Laut AS di Samudra Hindia," tulis Komando Pusat AS (USCENTCOM).
Penegasan tersebut menjelaskan bahwa kapal Dorena dianggap telah mencoba melakukan pelanggaran terhadap blokade yang ditetapkan. Selain tiga kapal utama tersebut, satu kapal lain bernama Derya diduga turut dicegat setelah gagal melakukan bongkar muat minyak di India akibat berakhirnya masa keringanan pembelian minyak dari Amerika Serikat.
Situasi di kawasan perairan internasional ini semakin memanas lantaran Iran dilaporkan melakukan aksi balasan dengan menembaki kapal-kapal di Selat Hormuz. Eskalasi ini terjadi meskipun masa gencatan senjata masih berlaku setelah dua bulan pertempuran yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran berkecamuk.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·