Militer Amerika Serikat melumpuhkan sebuah kapal tanker berbendera Iran, M/T Hasna, yang mencoba menerobos blokade angkatan laut di Teluk Oman pada Rabu (6/5) pagi waktu setempat. Jet tempur Angkatan Laut AS melepaskan tembakan setelah kapal tersebut mengabaikan serangkaian peringatan saat menuju pelabuhan Iran.
Dilansir dari Detikcom, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa serangan menggunakan meriam 20mm tersebut mengakibatkan kapal tanker kehilangan kemampuan navigasi. Operasi militer ini dilakukan guna menegakkan aturan blokade yang sedang berlangsung di kawasan perairan strategis tersebut.
"Setelah awak kapal gagal mematuhi peringatan berulang kali, pasukan AS melumpuhkan kemudi kapal tanker dengan menembakkan beberapa peluru dari meriam 20mm dari pesawat tempur F/A-18 Super Hornet Angkatan Laut AS yang diluncurkan dari USS Abraham Lincoln (CVN 72). Hasna tidak lagi transit ke Iran," kata CENTCOM.
Pihak militer AS menegaskan bahwa pengawasan ketat terhadap lalu lintas maritim di wilayah tersebut tetap menjadi prioritas utama. Penegakan hukum laut ini diberlakukan secara tegas terhadap seluruh kapal yang mencoba melintas masuk maupun keluar dari wilayah otoritas Iran.
"Blokade AS terhadap kapal-kapal yang mencoba masuk atau keluar dari pelabuhan Iran tetap berlaku sepenuhnya," imbuh CENTCOM.
Dalam keterangan resminya, otoritas militer menyatakan bahwa seluruh prosedur dijalankan sesuai dengan standar operasi internasional. Mereka memastikan bahwa tindakan ofensif diambil sebagai langkah terakhir guna menjamin kepatuhan terhadap blokade yang telah ditetapkan.
CENTCOM mengatakan pasukannya terus bertindak "dengan cermat dan profesional untuk memastikan kepatuhan."
Data dari Komando Pusat AS menunjukkan bahwa pengawasan ketat di perairan tersebut telah memberikan dampak signifikan terhadap lalu lintas komersial. Tercatat lebih dari 50 kapal komersial telah dipaksa melakukan putar balik dan kembali ke pelabuhan asal akibat adanya kebijakan blokade ini.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·