MSCI Coret 18 Saham Indonesia dari Indeks Global Standard dan Small Cap

Sedang Trending 47 menit yang lalu

Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan penghapusan 18 saham Indonesia dari indeks global mereka dalam penyesuaian berkala yang mulai berlaku efektif setelah penutupan pasar pada 29 Mei 2026. Keputusan ini mencakup pengeluaran enam emiten dari indeks utama dan belasan lainnya dari kategori kapitalisasi kecil.

Berdasarkan dokumen resmi MSCI yang dirilis pada Rabu (13/5/2025) sebagaimana dilansir dari Detik Finance, kategori MSCI Global Standard Index menjadi sorotan karena tidak mencatatkan satu pun saham baru yang masuk. Sebaliknya, enam perusahaan besar asal Indonesia justru dinyatakan keluar dari daftar bergengsi tersebut.

Keenam emiten yang didepak dari MSCI Global Standard Index tersebut meliputi PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA). Selain itu, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), serta PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) juga resmi dicoret.

Perubahan signifikan juga terjadi pada MSCI Global Small Cap Index dengan dikeluarkannya 13 emiten dari daftar. Meski demikian, terdapat satu saham yaitu PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) yang berpindah kategori dari indeks standar ke indeks kapitalisasi kecil tersebut.

Daftar Emiten yang Dikeluarkan dari MSCI Global Small Cap IndexNoKode SahamNama Perusahaan
1ANTMPT Aneka Tambang Tbk
2AALIPT Astra Agro Lestari Tbk
3BANKPT Bank Aladin Syariah Tbk
4BSDEPT Bumi Serpong Damai Tbk
5DSNGPT Dharma Satya Nusantara Tbk
6SIDOPT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk
7MIDIPT Midi Utama Indonesia Tbk
8MIKAPT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk
9MSINPT MNC Digital Entertainment Tbk
10TKIMPT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk
11APICPT Pacific Strategic Financial Tbk
12SSMSPT Sawit Sumbermas Sarana Tbk
13TAPGPT Triputra Agro Persada Tbk

Secara keseluruhan, terdapat 18 emiten yang dicoret dari keanggotaan indeks MSCI dalam periode rebalancing kali ini. Fenomena ini menandai penurunan klasifikasi bagi satu emiten tertentu sementara emiten lainnya sepenuhnya keluar dari daftar pantauan indeks global tersebut.