Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan bahwa tingkat kerukunan umat beragama di Indonesia kini mencapai 87 persen atau yang tertinggi sepanjang sejarah kemerdekaan Republik Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri Jalan Santai Kerukunan dan Kebhinekaan Lintas Agama dalam rangka HUT ke-219 Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) di Gereja Katedral, Jakarta, Sabtu (9/5/2026).
Acara yang mengusung tema pelestarian alam tersebut turut dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo. Para peserta melakukan jalan santai melalui rute Jalan Veteran 3, Lapangan Banteng, hingga kembali ke kawasan Katedral dengan iringan kesenian barongsai dan reog.
Menteri Agama menilai pencapaian indeks kerukunan ini merupakan hasil dari ruang kebebasan beragama yang diberikan oleh kepala negara. Nasaruddin menegaskan pentingnya menjaga stabilitas kedamaian yang sudah terbangun solid di tengah masyarakat yang majemuk.
"Itu harapan kita, ekspektasi ke depan. Tidak ada orang, tidak ada manusia, etnik mana pun yang tidak suka dengan kerukunan, kedamaian, dan toleransi," kata Nasaruddin Umar, Menteri Agama RI.
Nasaruddin juga menunjuk Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral sebagai manifestasi fisik dari semangat toleransi tersebut. Ia berharap seluruh rumah ibadah di Indonesia dapat menjalankan fungsi sosial yang serupa bagi semua golongan.
"Dan juga survei membuktikan semenjak Republik Indonesia ini merdeka, alhamdulillah kita juga berhasil naik pada peringkat paling tinggi, 87%. Berarti kita mencapai puncak kerukunan tertinggi semenjak Republik Indonesia ini merdeka," ujar Nasaruddin Umar, Menteri Agama RI.
Menag mengajak masyarakat untuk terus memupuk persaudaraan lintas iman yang terlihat nyata dalam kegiatan yang diinisiasi oleh pihak Katedral tersebut.
"Hari ini kita buktikan, coba kita lihat berbagai macam agama ikut meramaikan acara yang disponsori oleh Katedral ini. Inilah Indonesia, dan inilah yang kita harapkan. Mari kita rawat Indonesia," imbuh Nasaruddin Umar, Menteri Agama RI.
Ia mengingatkan agar tidak ada pihak-pihak yang mencoba merusak harmoni sosial yang telah diupayakan pemerintah dan pemuka agama.
"Kita berdiri di atas tunnel silaturahmi yang menghubungkan antara Istiqlal dengan Katedral. Ini luar biasa," ujar Nasaruddin Umar, Menteri Agama RI.
Nasaruddin menekankan bahwa bangunan sakral tersebut kini telah bertransformasi menjadi simbol kemanusiaan yang lebih luas.
"Idealnya, semua rumah-rumah ibadah itu juga menjadi rumah kemanusiaan. Tidak hanya untuk satu umat, tetapi semua umat manusia mestinya adalah tempat untuk menyelesaikan seluruh persoalan kemanusiaan," katanya Nasaruddin Umar, Menteri Agama RI.
Menteri Agama menutup pesannya dengan imbauan keras untuk menjaga keutuhan bangsa dari gangguan luar.
"Mohon jangan ada yang acak-acak kedamaian yang kita bentuk selama ini," tegas Nasaruddin Umar, Menteri Agama RI.
Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo menjelaskan bahwa perayaan ulang tahun ke-219 KAJ ini memang dirancang untuk mempererat hubungan antarwarga negara tanpa memandang latar belakang agama.
"Dengan sengaja tidak ada syukuran macam-macam, tetapi syukur kita wujudkan di dalam usaha kita untuk merawat dan mengembangkan persahabatan, persaudaraan, dan kebersamaan kita sebagai warga negara Indonesia," ujar Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo, Uskup Agung Jakarta.
Kardinal juga memberikan apresiasi atas kehadiran jajaran pemerintah pusat dan daerah dalam acara yang dimulai dengan pemotongan tumpeng tersebut.
"Ini menunjukkan bahwa kita semua sebagai warga bangsa dan warga Provinsi Daerah Jakarta sungguh-sungguh mendapat pengayoman yang menyertai kita semua dalam keadaan apa pun juga," tambahnya Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo, Uskup Agung Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung turut menyampaikan apresiasi terhadap peran komunitas Katolik dalam menciptakan situasi kondusif di Ibu Kota. Berdasarkan data Pemprov, Jakarta saat ini berstatus sebagai kota teraman kedua di Asia Tenggara.
"Apa yang tadi disampaikan dalam nyanyian, dalam mars, menurut saya sejalan, sehati dengan apa yang menjadi tujuan Pemerintah DKI Jakarta," ujar Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.
Pramono memaparkan progres perbaikan lingkungan di Jakarta, termasuk penurunan jumlah RW kumuh dari 445 pada tahun 2017 menjadi 211 pada periode 2025–2026.
"Saya berterima kasih betul kepada Romo Kardinal dan seluruh pengurus yang ada di Katedral ini, karena selama ini umat Katolik betul-betul menjaga Jakarta menjadi aman, nyaman, dan damai," kata Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga mengajak pihak gereja untuk berpartisipasi dalam program pengelolaan lingkungan yang akan segera diresmikan.
"Dalam kesempatan ini kami mohon Romo dan jajaran yang ada di Keuskupan Agung Jakarta ini bisa mendukung gerakan untuk pilah sampah yang ada di Jakarta. Karena itu akan memberikan manfaat yang langsung bagi Jakarta," tegas Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.
Ia meyakini bahwa stabilitas kota Jakarta merupakan kontribusi kolektif dari seluruh elemen masyarakat di wilayah tersebut.
"Tidak mungkin tanpa peran serta Keuskupan Agung Jakarta maupun Bapak, Ibu, Saudara-saudara sekalian," ucap Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.
58 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·