Moskow (ANTARA) - Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Selasa, menyatakan akan tetap menjadi aliansi nuklir dan tetap berpegang pada komitmen terhadap Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT).
"Selama senjata nuklir masih ada, NATO akan tetap menjadi aliansi nuklir. Tujuan mendasar dari kemampuan nuklir NATO adalah untuk menjaga perdamaian, mencegah kekerasan, dan mencegah agresi. Aliansi selalu mematuhi seluruh kewajiban mereka berdasarkan NPT dan terus begitu," bunyi pernyataan tersebut.
NATO juga menegaskan kembali dedikasi sepenuhnya terhadap pengendalian senjata nuklir, dengan mengutamakan transparansi yang lebih besar dan pengurangan risiko.
"Aliansi bertekad untuk berkontribusi pada pelestarian, pengembangan secara menyeluruh, serta implementasi penuh terhadap NPT. Aliansi tetap berkomitmen teguh pada upaya pengendalian senjata, pelucutan senjata, dan non-proliferasi, dengan fokus pada peningkatan transparansi, pengurangan risiko, dan peningkatan keamanan," demikian pernyataan NATO itu.
Dalam beberapa tahun terakhir, Rusia menyoroti aktivitas NATO yang belum pernah terjadi sebelumnya dan menambah jumlah pasukan di dekat perbatasan baratnya. Rusia menyatakan pihaknya tidak mengancam siapa pun, tetapi tidak akan mengabaikan tindakan yang berpotensi membahayakan kepentingannya.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: NATO pastikan pasokan senjata AS ke Ukraina berlanjut
Baca juga: Eropa susun rencana cadangan antisipasi AS keluar dari NATO
Baca juga: Jepang dan NATO akan memperkuat kerja sama keamanan global
Penerjemah: Fransiska Ninditya
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·