Nestle dorong pengelolaan sampah rumah tangga di minimarket

Sedang Trending 39 menit yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Nestle Indonesia mendorong penerapan pengelolaan sampah rumah tangga di masyarakat dengan menempatkan waste station di minimarket yang memudahkan masyarakat menyetor sampah anorganik.

“Melalui Nestlé Indonesia Waste Station, kami ingin mendorong peran aktif industri, ritel, mitra pengelola sampah, dan masyarakat untuk bersama-sama membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi serta memberikan dampak nyata yang bermakna bagi lingkungan,” kata Corporate Affairs Director Nestlé Indonesia Fajar Dewantara dalam keterangan pers yang diterima, Senin.

Melalui kolaborasi dengan Alfamart yang memiliki jaringan ritel luas dan dekat dengan area permukiman, Nestlé Indonesia Waste Station dihadirkan untuk memudahkan masyarakat dalam membangun kebiasaan bijak kelola sampah dari rumah di jaringan ritel Alfamart di Jakarta, Bandung, dan Bali.

Baca juga: Mengurai persoalan sampah dari hulu kehidupan

Inisiatif ini dioperasikan oleh Rekosistem selaku waste management partner Nestlé Indonesia, di mana pengguna dapat menyetorkan sampah anorganik yang telah dipilah dan dibersihkan, melakukan registrasi melalui pemindaian QR code, serta memperoleh poin berdasarkan jenis dan jumlah sampah yang disetorkan.

Poin tersebut kemudian dapat ditukarkan dengan voucher belanja, sehingga memberikan insentif nyata untuk mendorong partisipasi secara konsisten.

“Kolaborasi bersama Nestlé Indonesia dan Rekosistem ini menjadi langkah konkret kami dalam menghadirkan fasilitas yang mudah diakses masyarakat sekaligus mendorong perubahan perilaku menuju pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab," kata Property and Development Director Alfamart Hans Harischandra.

Baca juga: Anggota DPR ingatkan pentingnya edukasi publik soal pilah sampah

"Melalui Waste Station yang terintegrasi dengan aktivitas belanja sehari-hari, kami ingin menghadirkan pengalaman baru bagi konsumen, di mana berbelanja tidak hanya memenuhi kebutuhan, tetapi juga memberikan kontribusi langsung bagi lingkungan,” imbuhnya.

Pendekatan yang mengintegrasikan kemudahan akses, sistem digital yang terhubung, serta insentif bagi konsumen ini menjadi bagian dari strategi Nestlé dalam mendorong perubahan perilaku konsumen, sejalan dengan pilar Packaging Sustainability, khususnya dalam mendorong Rethinking Behaviour yang memastikan adanya perubahan kebiasaan di tingkat masyarakat.

Inisiatif ini juga mendukung implementasi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 75 Tahun 2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen.

Baca juga: Pengelolaan sampah sirkular di Banyuwangi layani 73 desa

“Kolaborasi lintas sektor seperti ini menjadi kunci dalam mendorong pengelolaan sampah secara holistik dari hulu ke hilir, sekaligus meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam memilah sampah sejak dari sumbernya,” kata Koordinator Pokja Tata Laksana Produsen, Direktorat Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular Kementerian Lingkungan Hidup Ujang Solihin Sidik, S.Si., M.Sc.

Peresmian ini menambah total menjadi 15 fasilitas Nestlé Indonesia Waste Station yang telah dihadirkan perusahaan di berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Bali. Secara kumulatif, Nestlé Indonesia Waste Station telah berhasil mendukung penyerapan lebih dari 244.000 kilogram sampah per awal 2026.

Baca juga: PGN perkuat ESG lewat inisiatif pengelolaan sampah plastik

Baca juga: KLH percepat pembangunan pengolahan sampah jadi energi di Bandung Raya

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.