Ollie Watkins Cetak Dua Gol dan Hancurkan Pertahanan Liverpool

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Kekalahan telak diderita oleh Liverpool saat bertamu ke markas Aston Villa dalam lanjutan pekan ke-37 Liga Inggris. Lini pertahanan tim tamu menjadi sorotan tajam setelah dibongkar habis-habisan oleh penyerang tuan rumah.

Seperti diberitakan oleh Detik Sport, Aston Villa memetik kemenangan meyakinkan dengan skor 4-2 atas Liverpool di Villa Park pada Sabtu, 16 Mei 2026, dini hari WIB. Hasil positif pasukan Unai Emery ini sekaligus memastikan langkah mereka ke Liga Champions.

Ollie Watkins menjadi aktor utama di balik hasil manis Aston Villa. Striker berpaspor Inggris tersebut mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-56 dan ke-72, serta menyumbang assist untuk gol penutup yang dicetak John McGinn.

Ketajaman penyerang berusia 30 tahun itu terlihat dari catatan 6 tembakan dengan 5 di antaranya menemui sasaran. Dirinya bahkan hampir mengemas tiga gol jika lesatannya pada menit ke-54 tidak dibatalkan wasit karena berada dalam posisi offside.

Kerapuhan barisan belakang Liverpool diakui Watkins menjadi keuntungan besar bagi dirinya. Kurangnya koordinasi pertahanan tim lawan memberikan ruang gerak yang sangat luas bagi lini serang tuan rumah.

Watkins memaparkan bahwa taktik pertahanan tinggi yang diterapkan lawan tidak berjalan dengan baik. Hal tersebut mempermudah pergerakannya untuk menusuk ke area penalti.

"Liverpool bermain dengan garis pertahanan tinggi dan tidak menerapkan jebakan offside, sehingga lini belakang mereka tidak terkoordinasi dan saya merasa ada banyak ruang untuk berlari," kata Watkins usai laga Aston Villa vs Liverpool, dilansir dari BBC.

"Bukan bermaksud meremehkan mereka, bek tengah mereka kelas dunia, tetapi saya melihat ruang dan peluang. Saya suka berlari di belakang pertahanan lawan," dia menambahkan.

"Tepat sebelum gol, saya kecewa karena saya offside, mereka bermain dengan garis pertahanan yang sangat tinggi. Saya seharusnya tidak offside di posisi itu, tetapi untuk mencetak gol satu menit kemudian, saya dan Morgan [Rogers] memiliki koneksi yang hebat," ucapnya.

Rapuhnya benteng pertahanan memang menjadi persoalan serius bagi Liverpool sepanjang musim ini. Sang juara bertahan Premier League kini tercatat telah kebobolan sebanyak 52 kali, sebuah performa defensif terburuk yang menyamai rekor kelam mereka pada musim 1993/1994.