Pakar: Pengembangan industri unggas penting sebagai ketahanan pangan

Sedang Trending 53 menit yang lalu
Sektor perunggasan memiliki posisi penting sebagai salah satu sumber protein hewani yang paling efisien dan banyak dikonsumsi masyarakat dunia,

Kota Padang (ANTARA) - Pakar sekaligus Dekan Fakultas Peternakan (Faterna) Universitas Andalas (UNAND), Sumatera Barat (Sumbar) Prof Mardiati Zain mengatakan, pengembangan industri unggas tanah air berperan penting menjaga ketahanan pangan nasional hingga di tingkat global di masa depan.

"Sektor perunggasan memiliki posisi penting sebagai salah satu sumber protein hewani yang paling efisien dan banyak dikonsumsi masyarakat dunia," kata dia di Padang, Rabu.

Namun, Prof Mardiati menilai pengembangan industri unggas tidak bisa dilakukan dengan pendekatan lama karena membutuhkan cara-cara baru agar sektor ini bisa menjadi penopang ketahanan pangan tanah air maupun pada skala yang lebih luas.

Alasannya, saat ini dunia menghadapi era perubahan iklim, keterbatasan sumber daya alam hingga ancaman penyakit yang terus berkembang.

Baca juga: GPPU dorong sinkronisasi kebijakan jaga industri unggas

Oleh karena itu, pengembangan perunggasan berkelanjutan harus mengintegrasikan sains, teknologi serta kebijakan secara bersamaan.

Alumnus Institut Pertanian Bogor dan UNAND tersebut menjelaskan, penguatan riset genetika, nutrisi dan kesejahteraan hewan menjadi bagian penting dalam menciptakan produksi unggas.

Selain itu, pemanfaatan teknologi digital seperti AI-driven precision farming hingga bioteknologi modern dinilai mampu meningkatkan efisiensi sekaligus meminimalkan limbah produksi.

"Yang tidak kalah penting ialah kebijakan yang mendukung peternak kecil, penguatan biosekuriti serta terciptanya perdagangan internasional yang adil," saran dia.

Baca juga: NTB akhiri ketergantungan bibit ayam dan pakan luar daerah

Senada dengan itu, Wakil Rektor IV UNAND Prof Henmaidi mengatakan, perguruan tinggi memiliki peran penting dan strategis dalam membantu pemerintah termasuk tantangan global saat ini mengenai ketahanan pangan dunia.

"Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan pendekatan tradisional. Butuh kolaborasi perguruan tinggi, peneliti, industri dan pemerintah untuk menciptakan industri perunggasan yang tangguh dan berkelanjutan," katanya.

Terakhir, UNAND berkomitmen mendukung riset, inovasi dan kerja sama internasional yang tidak hanya berdampak pada pengembangan akademik, tetapi juga bagi kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan global.

Baca juga: Mentan dorong industri ternak unggas kecil dapat maju

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.