Paljaya ingatkan masyarakat rutin lakukan sedot WC secara berkala

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - BUMD pengelola air limbah domestik Paljaya mengingatkan masyarakat untuk rutin melakukan penyedotan WC secara berkala sebelum muncul masalah.

Direktur Teknik dan Usaha Perumda Paljaya Rizki Shebubakar mengatakan sedot WC rumah tangga idealnya dilakukan setiap 1-3 tahun sekali, tergantung kapasitas tangki dan jumlah penghuni rumah.

“Semakin banyak penghuni yang tinggal di dalam satu rumah, volume lumpur tinja akan lebih cepat menumpuk. Sebaiknya, lakukan penyedotan secara berkala, jangan menunggu sampai septic tank di rumah mampet ataupun luber,” katanya di Jakarta, Kamis.

Rizki menjelaskan sejumlah indikator septic tank perlu segera disedot, diantaranya air kloset yang lambat surut, saluran pembuangan sering tersumbat, hingga munculnya rembesan di sekitar septic tank.

Selain menimbulkan masalah untuk perpipaan air limbah di rumah, septic tank yang tidak rutin disedot dapat menimbulkan masalah bagi lingkungan sekitar, karena akan meningkatkan pencemaran bakteri e-coli yang bisa mengakibatkan penyakit seperti muntaber dan diare.

“Jika gejala ini muncul, sebaiknya segera menggunakan layanan sedot WC resmi agar limbah tidak mencemari lingkungan,” imbuh Rizki.

Hal ini juga sejalan dengan ketentuan dalam Perda DKI Jakarta Nomor 10 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik Pasal 36 ayat (2) yang menyatakan bahwa setiap orang yang mengelola air limbah domestik melalui SPALD-S wajib mengikuti program layanan lumpur tinja terjadwal.

Baca juga: Paljaya - PT KAI sepakat jajaki kerja sama pengelolaan air limbah

Petugas Paljaya melakukan penyedotan air limbah di Jakarta. ANTARA/HO Paljaya

Sayangnya, dalam praktiknya, masih ada jasa sedot WC di Jakarta yang tidak resmi dan membuang limbah sembarangan. Hal ini berisiko mencemari sungai dan air tanah, selain itu banyak jasa sedot WC yang melakukan praktik ”tembak harga” kepada pelanggan.

Paljaya menghadirkan layanan terintegrasi, mulai dari penyediaan septic tank modifikasi (BIOPAL), layanan sedot WC terjadwal, layanan sambungan rumah ke jaringan perpipaan air limbah, laboratorium pengujian kualitas air limbah, layanan penanggulangan sumbatan, air daur ulang, layanan pengelolaan limbah B3 hingga edukasi sanitasi ke masyarakat.

Dengan sistem terintegrasi ini, Paljaya menjadi solusi lengkap (one stop solution) pengelolaan air limbah domestik di Jakarta.

Paljaya juga memastikan seluruh hasil penyedotan diangkut dan diolah di Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di Pulogebang dan Duri Kosambi yang hasil olahannya sesuai dengan baku mutu.

“Jadi air limbah/lumpur tinja tidak hanya disedot/diangkut, tetapi benar-benar diproses hingga aman sesuai PERMENLHK nomor 11 Tahun 2025 tentang Baku Mutu Air Limbah dan Standar Teknologi Pengolahan Air Limbah Untuk Air Limbah Domestik,” kata Rizki.

Adapun biaya sedot WC untuk tingkat rumah tangga dikenakan tarif Rp150 ribu per meter kubik.

Masyarakat dapat mengakses layanan resmi Paljaya melalui kanal layanan yang tersedia untuk memastikan proses sedot WC di Jakarta dilakukan secara aman, legal, dan ramah lingkungan di Instagram @pdpaljaya atau di laman www.paljaya.co.id.

Baca juga: PAM Jaya bersama PALJAYA revitalisasi MCK komunal di Manggarai

Baca juga: Warga Jakarta makin sadar sedot tinja secara terjadwal

Baca juga: Peduli sanitasi bersih, Baznas DKI-Paljaya sedot tangki septik masjid

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.