Pasien cacar air berpotensi terkena cacar api pada masa mendatang

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr. Siti Nadia Tarmizi mengatakan bahwa individu yang pernah terinfeksi cacar air atau Varicella zoster berpotensi terkena cacar api pada masa mendatang.

Hal ini karena virus tersebut tidak benar-benar hilang dari tubuh, dan bisa kembali aktif karena berbagai faktor yakni penyakit kormorbid, stres, hingga faktor usia yang menyebabkan penurunan imunitas.

“Masyarakat mungkin menganggap cacar api itu biasa-biasa saja, atau nanti diobati sembuh. Tapi pada kondisi-kondisi tertentu tadi bisa kena jantungnya, apalagi kalau dia punya hipertensi, diabetes melitus, dan biasanya orang tua juga gampang stres ya,” kata Nadia saat ditemui di Jakarta, Selasa.

Ia menyarankan masyarakat agar secara mandiri mendapatkan vaksinasi sebagai pencegahan, terutama bagi orang tua menjelang usai 50 tahun.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa 60 juta masyarakat Indonesia memiliki hipertensi, serta 30 juta masyarakat mengidap diabetes melitus dari hasil cek kesehatan gratis, kondisi ini kata dia berisiko terkena cacar api.

Baca juga: Vaksinasi hingga gaya hidup berperan cegah cacar api

Pada kesempatan yang sama, Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PP PERKI) dr. Ade Meidian Ambari, Sp.JP, FIHA mengatakan bahwa masyarakat dapat melakukan olahraga hingga menerapkan gaya hidup sehat untuk menjaga imunitas tubuh.

“Sistem imun kita itu naik turun, kadang dia bagus, kadang dia jelek gitu. Jadi perlu diingat bahwa sistem imun itu tergantung dari lifestyle yang sehat,” katanya.

Lebih jauh, ia menyarankan melakukan olahraga setidaknya dalam satu minggu selama 150 menit dengan intensitas sedang.

Kemudian juga perlu mengelola stres dan menikmati hidup. “Jangan terlalu banyak dipikirkan,” katanya.

Asupan makanan sehat juga diperlukan untuk mendukung kesehatan, dan bila diperlukan boleh mengonsumsi suplemen yang dianjurkan oleh dokter.

“Di samping tadi lifestyle yang sehat, apapun itu, tidurnya juga harus cukup, misalkan normal kan 6-8 jam. Kalau kurang dari 6 jam, risiko kardiovaskular meningkat, lebih dari 8 jam, risikonya juga meningkat,” pungkasnya.

Baca juga: Stres bisa memicu peningkatan risiko terkena cacar api

Baca juga: Cacar api bisa menyerang segala usia, kenali penyebab hingga gejalanya

Baca juga: Kenali gejala cacar api pada lansia dan upaya pencegahannya

Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.